"Sudah beberapa hari lalu kita hubungi ponselnya nggak bisa," ujar M Rizal, staf Salemba Grup Depok Lama, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (9/7/2012).
Rizal terakhir kali melihat Pipit 3 minggu lalu. Saat itu Pipit pergi untuk makan malam bersama rekan wanitanya yang juga pengajar Salemba Grup Depok Lama di sebuah mal di Margonda, Depok.
Rizal menuturkan, Pipit merupakan pengajar honorer lembaga bimbingan belajar tersebut. Pipit mengajar Kimia dan sudah setahun bekerja.
Salemba Grup Depok Lama, lanjut Rizal, tidak pernah memberikan les privat pada murid-muridnya. Murid-murid datang langsung ke tempat les itu.
Sementara itu, di mata Rizal, Pipit merupakan perempuan yang biasa-biasa saja. Pipit jarang terbuka terkait masalah pribadinya.
"Kalau ngobrol biasa saja. Kalau selesai ngajar, suka buka internet di sini. Terus biasanya langsung pulang naik angkot ke tempat kosnya di kawasan Margonda," katanya.
Sepengetahuan Rizal, Pipit tidak memiliki pacar. Setiap pulang dari Salemba Grup Depok Lama, mahasiswi pulang sendiri atau pun bersama rekan perempuannya.
"Nggak ada yang jemput dia kalau pulang," ucap Rizal.
Keluarga Pipit di Tegal tidak mendapatkan kabar Pipit sejak 3 minggu lalu. Pipit yang baru mendapat gelar sarjana Farmasi dari UI pada Februari 2012 dan kini sedang mengambil program apoteker di UI, semula bermaksud akan pulang ke kampung halamannya di Tegal.
Namun pada 16 Juni, dia membatalkan kepulangannya karena harus memberikan les dan hingga kini keluarga belum mengetahui kabar Pipit. Keluarga juga sudah melaporkan hilangnya Pipit ke Polres Depok pada 30 Juni silam.
(nwy/nrl)











































