Hindari Klaim Negara Lain, Program Warisan Budaya Nasional Diluncurkan

Hindari Klaim Negara Lain, Program Warisan Budaya Nasional Diluncurkan

- detikNews
Senin, 09 Jul 2012 11:28 WIB
Hindari Klaim Negara Lain, Program Warisan Budaya Nasional Diluncurkan
Jakarta - Pemerintah akan segera meluncurkan catatan berisi Warisan Budaya Nasional (Warbudnas) untuk melindungi budaya nasional Indonesia. Pencatatan warisan budaya nasional ini selain untuk melindungi budaya nasional Indonesia sekaligus untuk menetapkan anggaran pelestarian budaya.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang kebudayaan Wiendu Nuryanti menerangkan, program ini akan diluncurkan pada akhir Juli 2012. Semua warisan budaya akan dicatat dan diregister supaya lebih tertib.

"Sekaligus untuk menghindari kasus klaim-klaim budaya nasional oleh negara lain," ujar Wiendu dalam rilis kepada detikcom, Senin (9/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiendu mengatakan hingga tahun 2011 setidaknya sudah ada 2.018 budaya di 33 provinsi yang terdaftar. Ia yakin melalui budaya, bangsa Indonesia akan maju sekaligus mencitrakan dirinya sebagai negara adidaya.

Ditambahkan Wiendu, untuk mengembangkan budaya nasional ada beberapa hal yang harus diperkuat, yaitu terkait pembentukan karakter bangsa, diplomasi budaya, warisan budaya, SDM kebudayaan dan sarana/prasarana.

โ€œMungkin Indonesia masih perlu dipertanyakan kemajuan di bidang ekonomi atau politik. Tapi dengan kebudayaan ini kita adalah negara adidaya,โ€ terang Wiendu.

Wiendu juga sempat menyinggung tentang isu Tari Tortor di Malaysia yang langsung mendapat reaksi keras masyarakat Indonesia. Pemerintah saat ini juga telah meminta pernyataan tertulis dari pemerintah Malaysia terkait pencatatan Tari Tortor oleh Malaysia.

โ€œTidak masalah budaya Indonesia berkembang hingga mancanegara. Tapi identitas dan kepemilikan tidak boleh beralih ke negara lain,โ€ papar Wiendu yang juga staf pengajar di Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM ini.

Salah satu warisan budaya yang cukup terkenal adalah sistem pengairan persawahan Bali, Subak, resmi menjadi Warisan Budaya Dunia. Subak resmi disahkan pada Sidang ke-36 UNESCO di St Petersburg, Rusia. Sebelumnya sudah ada beberapa karya budaya Indonesia yang diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, yaitu wayang, keris, batik, dan angklung.

(mad/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads