Amran turun dari mobil tahanan KPK yang berjenis Kijang pada pukul 10.40 WIB, Senin (9/7/2012). Selama ditahan Amran ditempatkan di tahanan KPK yang terletak di basement gedung KPK. Begitu keluar dari mobil Amran langsung berlari kecil ke dalam gedung KPK.
Amran mengenakan jaket tahanan KPK berwarna putih bertuliskan 'Tahanan KPK'. Amran mengenakan peci hitam dan juga celana bahan hitam. Namun Amran tak mau menjawab pertanyaan wartawan. Dia langsung masuk ke dalam gedung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang yang diduga untuk menyuap itu, diberikan terkait hak guna usaha (HGU) Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Buol kepada Hardaya Inti Plantations.
Dalam kasus suap ini, KPK sudah mencegah tujuh orang. Mulai dari Direktur PT Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo, Sukirno, Kirana Wijaya; dari PT Cakra Cipta Murdaya, Siti Hartati Murdaya; Bupati Buol, Amran Batalipu; dan 3 orang dari PT Hardaya Inti Plantations lainnya yaitu Benhard, Arim dan Seri Sirithorn.
(nal/nrl)
