Pulau Bali di Mata Jenia

Laporan dari Moscow

Pulau Bali di Mata Jenia

- detikNews
Senin, 09 Jul 2012 08:01 WIB
 Pulau Bali di Mata Jenia
Foto: Jenia oleh Arifin Ashydad/detikcom
Moscow, - Jumlah turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia masih terhitung sedikit. Sebagian besar mereka datang ke Bali, bila berwisata ke Indonesia. Bagaimana Pulau Bali di mata Jenia, salah seorang warga Rusia?

Jenia, merupakan salah seorang mahasiswi tingkat dua di jurusan jurnalistik di Moscow National University. Perguruan tinggi ini merupakan salah satu favorit di negeri yang dulu pernah dijuluki negeri Beruang Merah itu.

Usianya masih sangat muda, 18 tahun. Gadis berparas cantik ini sangat ramah dan menguasai bahasa Inggris yang sangat baik. Jenia termasuk sebagian kecil warga Rusia yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena menguasai bahasa Inggris itulah, Jenia dipilih ITAR-TASS News Agency untuk menjadi relawan dalam acara World Media Summit 2012. Maklum, sebagai relawan, Jenia harus membantu dan melayani para peserta konferensi dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Dengan bisa berbahasa Inggris itulah, Jenia juga memberanikan diri terbang ke Indonesia beberapa bulan lalu. Bersama beberapa temannya, dia memilih menuju Pulau Dewata.

"Saya dengar Bali memiliki pemandangan yang indah. Banyak turis dari berbagai negara yang datang ke sana," kata perempuan yang memiliki darah Jepang dari kakeknya ini saat berbincang-bincang dengan detikcom, Sabtu (7/72012) lalu di World Trade Center, Moscow.

Dan ternyata, kata dia, Pulau Bali memang sangat indah. "Saya senang sekali bisa ke sana. Saya di sana selama tiga minggu lho," ujar gadis yang memang bercita-cita menjadi jurnalis dan menjadi anchor televisi itu.

Dari banyak tempat di Bali, Jenia sangat terkesan dengan Ubud. "Saya paling senang di Ubud, suasananya tenang dan di sana banyak seniman-seniman yang bisa menggambar bagus-bagus," kata dara yang memang hobi travelling itu.

Selain Ubud, Jenia juga terkesan dengan pantai Lovina di Bali Utara. "Saya ke sana melihat langsung ikan lumba-lumba. Saya harus bangun pukul 04.00 dan sekitar pukul 05.00 saya melihat lumba-lumba itu. Seru sekali," kata dia sumringah.

Saat ditanya apakah berencana kembali datang ke Bali, Jenia mengaku sangat ingin ke Bali lagi. Bagi dia, Bali sangat dikenal di Rusia. "Tapi saya harus mengumpulkan uang dulu," kata dia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun, mengatakan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia memang masih tergolong kecil. "Jumlahnya sekitar 100 ribu orang per tahun pada tahun 2011 kemarin. Jumlah ini masih sangat kecil dibanding wisatawan Rusia yang berwisata ke Thailand," kata Djauhari saat ditemui di Moskow.

Meski demikian, menurut diplomat yang akrab disapa Djo itu, lama tinggal wisatawan Rusia saat berwisata ke Indonesia cukup lama. "Rata-rata mereka berada di Indonesia tiga minggu," kata Djo.

Dengan lama tinggal di Indonesia yang cukup panjang itu, kata Djo, warga Rusia membelanjakan uangnya dalam jumlah yang lebih banyak dibanding wisatawan dari negara lain. "Apalagi selama ini orang Rusia dikenal sebagai orang yang sering memberi tip yang besar," ujar Djo.

Yang mengejutkan, dari sekitar 100 ribu wisawatan Rusia yang datang ke Indonesia, sebagian besar menggunakan pesawat jet carteran. "Mereka dari golongan orang kaya di Rusia," jelas Djo.

Destinasi yang jadi favorit warga Rusia adalah Bali dan Raja Ampat Papua. Djo berharap di masa mendatang semakin banyak wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia, sehingga dari sisi bisnis bisa menguntungkan. "Kami akan terus membangun komunikasi dengan pihak Rusia untuk mempromosikan wisata-wisata di Indonesia," kata Djo.


(asy/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads