Taufik Kurniawan: Duet Hatta-Amien Bisa Yakinkan Rakyat

Taufik Kurniawan: Duet Hatta-Amien Bisa Yakinkan Rakyat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 09 Jul 2012 04:12 WIB
Taufik Kurniawan: Duet Hatta-Amien Bisa Yakinkan Rakyat
foto: detikcom
Jakarta - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan banyak tokoh populer yang ternyata tidak disukai oleh masyarakat Indonesia. Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan yakin Ketua Umum PAN Hatta Rajasa akan diterima rakyat dengan dukungan penuh Ketua MPP PAN Amien Rais.

"PAN tentunya memiliki strategi sendiri bahwasanya kaitan dengan Pilpres itu PAN sejauh ini sedang sibuk konsolidasi ke daerah-daerah sebagaimana amanah Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Dalam kaitan hal-hal yang harus diselesaikan dalam rangka mengejar target PAN dua digit di pemilu 2014 dan sukses pencapresan Pak Hatta Rajasa sebagai satu-satunya capres dari PAN,"kata Taufik kepada detikcom, Senin (9/7/2012).

Meskipun Hatta belum mendeklarasikan pencapresan, menurut Taufik, tim suksesnya sudah bergerilnya. Dengan kombinasi tokoh Hatta dan Amien Rais, Taufik yakin masyarakat akan menerima pencapresan Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun sampai hari ini Pak Hatta belum merespon dengan melakukan deklarasi itu adalah awal baik untuk penyemangat kader PAN. Bahwa dwi tunggal Pak Hatta dan Pak Amien Rais kami yakin masyarakat lebih paham dan lebih matang dalam kaitan memilih pemimpin yang amanah sesuai dengan agenda reformasi. Ini bukan duet capres-cawapres, tapi duet maut untuk konsolidasi PAN menuju Pemilu 2014,"katanya.

Deklarasi pencapresan Hatta memang tak akan dilakukan dalam waktu dekat. Sampai PAN benar-benar tuntas melakukan konsolidasi ke daerah-daerah.

"Tentunya harap dimengerti Pak Hatta sampai sekarang belum melakukan deklarasi secara resmi. Artinya masih dalam kerja penguatan struktur. Kita masih melakukan konsolidasi sampai saat paling tepat Pak Hatta akan deklarasi secara resmi. Tapi kita memberikan apresiasi kepada Pak Ical, Pak Prabowo, dan Ibu Megawati yang telah menepis nada pesimis bahwa kita seolah-olah kehabisan stok pemimpin nasional,"imbuh Wakil Ketua DPR ini.

Program konsolidasi pun terus dirancang. Prinsipnya, seluruh pengurus PAN dari pusat sampai daerah telah disosialisasikan rencana jangka panjang PAN menuju pemilu 2014.

"Jadi intinya yang resmi kemarin hari sabtu DPP PAN melaksanakan upgrading instructor badan pengkaderan DPP PAN dilaksakanan di Hotel Marriot Jakarta. Itu adalah dalam rangka memberikan penyamaan persepsi di 2014. InsyaAllah duet Pak Hatta dan Pak Amien Rais adalah duet Dahsyat meluruskan agenda reformasi. Di sisi lain Pak Hatta sebagai Menko Perekonomian yang merupakan salah satu motor pemerintah bisa bersinergi, apakah agenda pemerintah sudah berjalan sesuai agenda reformasi atau belum,"tandasnya.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei mengenai apa saja tantangan bagi para calon presiden yang akan bertarung di 2014 mendatang. Hasil survei itu menunjukkan banyak tokoh populer yang ternyata tidak disukai oleh masyarakat Indonesia.

SMRC melakukan survey pada 20-30 Juni 2012. Metode yang digunkan adalah dengan cara wawancara yang dilakukan secara random dengan margin of error sebesar 3 persen. Jumlah responden yang dilibatkan adalah 1.230 responden dengan komposisi pria dan wanita. Usia responden adalah WNI dari 33 provinsi berusia 17 tahun ke atas, dan/atau belum berumur 17 tahun namun sudah menikah.

"Hasil temuan kami ada beberapa tokoh nasional yang dikenal cukup luas seperti Megawati, Prabowo, Aburizal Bakrie, Sultan Hamengku Buwono X, Anas Urbaningrum dan Hatta Rajasa," ujar CEO SMRC, Grace Natali, di Hotel Foor Seasons, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu, (8/7/2012).

Grace menambahkan dari tokoh-tokoh populer tersebut, tingkat akseptabiitas (kesukaan) publik terhadap tokoh-tokoh tersebut tidak setinggi dengan popularitas mereka. Hal ini disebabkan karena banyak tokoh nasional yang dikenal dinilai kurang memenuhi kriteria kualitas nasional. "Aburizal dinilai sebagai calon presiden yang dalam persepsi pemilih dinilai hampir lemah di semua kualitas personal. Megawati juga cukup populer tetapi dianggap lemah dalam kompetensi dan ketegasan. Sementara untuk Prabowo dinilai lemah dalam integritas dan empati dibanding Megawati," tutur Grace.

Dengan masih banyaknya kelemahan dari para tokoh nasional yang ada, membuat 60 persen masyarakat Indonesia belum menentukan pilihannya. Di antara nama tersebut, apabila pemilihan presiden dilakukan hari ini maka Prabowo akan menjadi pemenang.

(van/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini