"Institute Kebajikan Publik menilai survei-survei pilpres 2014 terlalu prematur dan irrelevan dengan situasi demokrasi yang makin stagnan saat ini," kata Direktur Komunikasi Institute Kebajikan Publik Andar Nubowo dalam siaran pers, Minggu (8/7/2012).
Menurut Andar, ada dua kemungkinan alasan lembaga survei buru-buru menelurkan data dan prediksi soal capres 2014. Pertama mempopulerkan calon tertentu atau memberi citra negatif pada calon lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Andar meminta agar lembaga survei tidak hanya menjadikan pemilihan presiden sebagai kompetisi elite. Seharusnya, rakyat juga diberi pemahaman yang baik soal makna demokrasi sesungguhnya.
"Memang, prediksi-prediksi kontestasi politik kepresidenan masih begitu menarik perhatian kalangan politisi, pengamat dan analis politik, dan media massa. Tapi prediksi-prediksi semacam itu sungguh tak banyak manfaatnya bagi upaya revitalisasi demokrasi, dan pembebasan ruang politik dari hegemoni politik elite," tutupnya.
(mad/nrl)










































