Kenapa Tokoh Capres yang Muncul Belum Diterima Publik?

Kenapa Tokoh Capres yang Muncul Belum Diterima Publik?

M Rizki Maulana - detikNews
Minggu, 08 Jul 2012 14:43 WIB
Kenapa Tokoh Capres yang Muncul Belum Diterima Publik?
Jakarta - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei yang menyebutkan rendahnya tingkat penerimaan masyarakat terhadap tokoh-tokoh populer calon presiden yang muncul saat ini. Apa penyebabnya?

CEO SMRC Grace Natali mengatakan, tidak diterimanya tokoh-tokoh tersebut ada hubungan dengan sejarah masa lalu. Berbagai cerita dan kasus-kasus yang mengiringi perjalanan karir mereka bisa berdampak pada elektabilitas sang tokoh.

"Nama seperti Prabowo itu karena dianggap bertanggung jawab terhadap beberapa peristiwa penculikan aktivis. Untuk Aburizal, rakyat enggan memilih dia, karena dia dianggap bertanggung jawab terhadap tragedi lumpur Lapindo," ujar Grace dalam acara pemaparan hasil survei yang dilakukan oleh SMRC di Hotel Four Seasons, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil survei itu juga menyebutkan, popularitas Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mendapatkan tingkat penerimaan dari rakyat yang sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh kasus-kasus yang diduga melibatkan dirinya, seperti Hambalang maupun Wisma Atlet.

"Anas populer, tetapi sangat tidak bisa diterima oleh publik. Tingkat akseptibilitasnya hanya 0,29 persen," terang Grace.

Sementara untuk tokoh-tokoh lain, menurut Grace mereka kurang diterima oleh masyarakat karena mereka memang belum mendeklarasikan atau mempromosikan diri mereka sebagai capres.

"Masih ada waktu dua tahun bagi para tokoh seperti Hatta Rajasa, Sri Sultan, Prabowo maupun Megawati untuk meningkatkan akseptabilitas maupun popularitas," imbuhnya.

Rendahnya akseptabilitas Anas juga diakui oleh salah satu ketua DPP Demokrat, Ramadhan Pohan. Menurutnya, ini akibat dari pemberitaan dari media massa yang cukup kencang yang memberitakan tudingan Nazarudin ke Anas. Hal ini membuat tingkat popularitas Anas tinggi tapi tidak menjadi pilihian masyarakat.

"Ini seperti trial by the press. Sebuah realitas dari dampak pemberitaan apa yang dituduhkan Nazar itu menyudutkan Anas Urbaningrum dan merugikan di dunia perpolitikan kita," ucap Ramadhan.

(riz/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads