"Kami diminta membayar biaya administrasi Rp 200 ribu lagi untuk bisa terbang pada penerbangan berikutnya," kata penumpang jurusan Denpasar-Surabaya Efra Rohanita dengan kesal, Minggu (8/7/2012).
Sikap Citilink tersebut mendapat reaksi keras dari puluhan penumpang yang tiketnya dinyatakan hangus. Ada yang tak berdaya menerima, ada pula penumpang yang menolak pembayaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan, Citilink menghanguskan tiket penumpang karena dianggap melewati batas waktu check-in. "Puluhan penumpang antre sejak 1-2 jam, tapi dianggap melewati batas waktu 30 menit check-in," kata Efra.
Efra rencananya berangkat menuju Surabaya dengan membayar tiket seharga Rp 1.066.000 untuk dua orang. Sedangkan, penumpang Prima Yosepine yang hendak terbang ke Jakarta membeli tiket Rp 3.500.000 untuk tiga orang.
Efra menduga, check-in tiba-tiba ditutup padahal puluhan penumpang masih antre di depan loket karena banyak calo tiket. "Kenapa tiket kami hangus dan loket check-in ditutup padahal antre lama. Jangan-jangan kursi pesawat sudah penuh karena banyak calo tiket yang beroperasi di sini," ujar Efra.
Belum ada konfirmasi dari Citilink mengenai kejadian ini. Detikcom berusaha menghubungi kantor Citilink di Jakarta, namun sejauh ini tidak ada jawaban.
(gds/trw)










































