Koalisi Bisa Merusak Demokrasi
Senin, 23 Agu 2004 16:49 WIB
Jakarta - Belakangan partai-partai disibukkan dengan koalisi untuk mendukung capres tertentu. Praktisi hukum, Adnan Buyung Nasution menilai koalisi akan berpotensi untuk merusak demokrasi."Koalisi kebangsaan sebagai upaya untuk mempertahankan kekuasaan semata yang juga akan melindungi orang-orang yang bermasalah pada era reformasi ini. Padahal mereka sudah jelas-jelas mengecewakan rakyat," kata Adnan Buyung pada diskusi Lingkar 98 bertema Oligarki Elit vs Daulat Rakyat, di Jakarta, Senin (23/8/2004).Menurut Buyung, dalam rangka 'mempertahankan kekuasaan', partai-partai besar pemenang Pemilu akan menggoda partai-partai yang terpinggirkan dengan iming-iming jabatan di kabinet."Mereka yang sudah menikmati kekuasaan akan membagi sedikit berupa iming-iming kepada partai yang terpinggirkan. Kalau sudah tidak ada akal sehat, maka partai yang kalah akan setuju, sehingga tidak ada lagi kekuatan oposisi atau kekuatan oposisi melemah," katanya.Namun begitu, Buyung menyatakan, koalisi adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Buyung -yang mengaku penganut Golput generasi pertama bersama Julius Usman- Bung Hatta dalam bukunya berjudul 'Demokrasi Kita' sudah mengingatkan elit politik negeri ini tentang koalisi."Bung Hatta sudah mengingatkan agar elit politik di Konstituante dahulu, jangan gontok-gontokan sendiri mengatasnamakan rakyat dan demokrasi. Sehingga pembangunan mandek, berpolitik pun tidak dewasa. Masa kita akan membiarkan keadaan seperti itu bangkit lagi, saat status quo membendung perubahan yang diinginkan rakyat,'' kata pendiri LBH tersebut.
(mar/)











































