WNI di Melbourne Ikut Saweran Gedung Baru KPK

WNI di Melbourne Ikut Saweran Gedung Baru KPK

Muhammad Iqbal - detikNews
Sabtu, 07 Jul 2012 07:23 WIB
WNI di Melbourne Ikut Saweran Gedung Baru KPK
Jakarta - Saweran gedung baru KPK tidak saja memicu animo besar di Tanah Air untuk saling menyumbang, tetapi juga warga negara Indonesia di luar negeri. Salah satunya yang dilakukan WNI di Melbourne. Di negeri Kanguru itu, masyarakat dan mahasiswa Indonesia beramai-ramai mengumpulkan uang untuk membantu pembangunan gedung baru KPK.
Β 
"Teman-teman mulai saweran untuk gedung KPK mulai sekitar dua minggu lalu. Kita sepakat rencananya hasil dari saweran ini nanti akan kami sampaikan lewat ICW tanggal 31 Juli," ujar penggagas gerakan dukungan untuk KPK, Ali Murtado, saat dihubungi detikcom, Sabtu, (7/7/2012).

Menurutnya, ia bersama mahasiswa dan masyarakat lain asal Indonesia yang berada di Melbourne mengikuti perkembangan KPK melalui media. Selain soal makin giatnya KPK dalam memeriksa dan menangkap pelaku tindak pidana korupsi, juga soal wacana pembangunan gedung baru yang membuat mereka harus responsif.

"Tetapi kalau pada akhirnya DPR menyetuji pembangunan gedung baru KPK, kami tetap akan menyerahkan uang saweran ini untuk KPK agar dimanfaatkan dalam bentuk lain," tuturnya.

Ia menerangkan bahwa saweran yang digelar mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Melbourne, berbeda dengan yang biasa dilakukan di Indonesia. Kalau di Indonesia biasa dengan saweran di jalan-jalan, di Melbourne penyumbang hanya diminta mentransfer langsung ke nomor rekening tertentu.
Β 
"Kami tidak mengemis tapi saweran lewat transfer. Ada tempat (posko) bagi yang mau menyumbang, ada dua rumah yang menjadi tempt posko. Saat ini sudah ada sekitar 30an orang Indoensia yang menyumbang," ucap mahasiswa University of Melbourne itu.

Saya kira pembangunan gedung itu harus diletakkan dalam penguatan KPK secara keseluruhan, bukan soal gedungnya tapi soal keberpihakan DPR dan penyelenggara negara terhadap pemberantasan korupsi, dan gedung bagian dari penguatan itu," imbuhnya.

(rmd/rmd)


Berita Terkait