Nur Chabibur Rohim, Muhammad Asrori, dan Risang Yogardi membuat aplikasi bernama Jarimatika Game itu selama empat bulan. Mereka kemudian ikut ajang lomba inovasi yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hingga akhirnya mendapat Special Awards di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) Ke-12 di Thailand.
"Game Jarimatika ini berbasis mobile. Game ini bertemakan edukasi dan di dalam game ini mengenalkan metode berhitung dengan jari atau istilahnya jarimatika," kata Chabib, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (6/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada game Jarimatika ini terdapat karakter anak SD yang bernama Joko Tingkir. Terus di game ini ada soal-soal yang berkaitan dengan Jarimatika," terangnya.
Siapa saja pengguna alat ini dan apa manfaatnya? Chabib menjelaskan, anak-anak sekolah dasar bisa menggunakan alat ini mulai dari kelas satu sampai kelas tiga. Manfaatnya tentu saja sebagai alternatif media untuk belajar matematika yang menyenangkan.
"Untuk membantu anak-anak yang susah belajar dalam matematika," imbuhnya.
"Game ini bisa dimainkan di mana pun dan kapan pun," sambungnya.
(mad/rmd)










































