Cerita Pembunuhan Sopir Taksi Express Versi Keluarga

Cerita Pembunuhan Sopir Taksi Express Versi Keluarga

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 06 Jul 2012 21:38 WIB
Jakarta -

Syahdan Panggabean (56) sopir taksi expres yang tewas setelah dianiaya juru parkir. Inilah cerita bagaimana akhirnya Syahdan menghembuskan nafas terakhirnya dari awal sampai akhir versi keluarga.

"Pelaku sempat memaki almarhum, mendengar makian tersebut almarhum memberhentikan mobilnya. Tiba-tiba saja pelaku membuka pintu supir lalu menendang almarhum, namun tendangannya meleset dan terselip di antara bangku supir," kata keponakan Syahdan, Rully Panggabean, saat ditemui wartawan di rumah almarhum, Jl Taruna Dalam II, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (7/7/2012).

Karena panik, Syahdan lalu menekan pedal gas sehingga pelaku terseret mobil. Syahdan membanting stirnya sampai pelaku terjatuh dan menjadi sangat marah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku tidak terima lalu memanggil teman untuk mengejar korban. Sebenarnya lumayan jauh dari jembatan merah, ke lokasi kejadian di Jl Tambak II, komplek polri, dan pada saat itu di dalam masih ada penumpang," kata Rully

Lebih lanjut Rully menceritakan, Syahdan berinisiatif menurunkan penumpang dahulu karena alasan keamanan. Syahdan lalu mencari tempat yang aman untuk sembunyi.

"Setelah itu Almarhum sempat mencari perlindungan kepada warga. Almarhum menceritakan dirinya hendak dibunuh dan meminta pertolongan untuk bersembunyi. Tak lama kemudian pelaku berpapasan dengan warga. Dia bertanya soal taksi warna putih dan mengatakan korban adalah maling," tutur Rully.

Ruly menduga, mungkin karena terprovokasi oleh pelaku, warga memmberitahukan persembunyian Syahdan. Setelah itu pelaku lalu pergi ke tempat persembunyian Syahdan bersama satu kawannya dengan mengendarai motor.

"Sebagian warga yang telah terprovokasi sempat mau menghajar. Namun belum sempat menghajar, kecurigaan warga semakin menjadi ketika korban yang dipukul mengenakan seragam taksi dan telah terkapar dijalan," sambung Rully.

Rully menceritakan bagaimana kejamnya pelaku menghajar pamannya itu sampai meninggal. Tangan kiri dan pundak patah, lalu bagian pinggang ada bekas luka benda tumpul.

"Bahkan ketika korban terjatuh, pelaku masih memukul bagian belakang korban, sontak warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengamankan pelaku," tandasnya.

(edo/gah)


Berita Terkait