Dari hasil monitoring KP2KKN Jateng, di sebuah SMP Negeri di Salatiga, untuk siswa baru akan ditarik biaya dengan tiga opsi yaitu Rp 1,5 juta, Rp 1,45 juta dan Rp 1,35 juta. Biaya tersebut ditarik dari siswa baru dengan dalih untuk sarana IT.
"Untuk anggaran IT di SMP tersebut mencapai Rp 228 juta," kata Oly saat dihubungi detikcom, Jumat (6/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan yang sering digunakan adalah seragam dan pengembangan gedung," imbuhnya.
Seragam merupakan komponen rawan korupsi dalam setiap kali penerimaan siswa baru. Dari keterangan Oly, di daerah Sragen, Dinas Pendidikan setempat pernah mengarahkan seluruh Sekolah agar membeli seragam di toko tertentu.
"Tapi banyak Kepsek yang menolak, karena mahal dan bahannya jelek. Setelah dihitung-hitung, ternyata keuntungan dari setiap seragam sebesar Rp 15 ribu," pungkas Oly.
Yang paling menarik dari hasil monitoring KP2KKN menurut Oly adalah pungutan yang dilakukan oleh sebuah SMAN di Purwokerto sebelum pengumuman penerimaan. Dalam penarikan biaya tersebut para orang tua diharuskan menandatangani kesanggupan pembayaran.
(alg/ndr)










































