Menurut Overseas Building Operations Project Director dalam proyek tersebut, Tamela Simpson, gedung ini nantinya akan menjadi gedung yang memadukan antara arsitektur modern dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.
"Gedung baru ini nanti akan terdiri dari 10 lantai perkantoran, juga ada 4 lantai parkir. Kami akan menciptakan gedung ini menjadi gedung yang ramah lingkungan, dan kami juga berusaha untuk membangun gedung ini dengan menggunakan standar tertinggi," ujar Tamela, di Gedung Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyadari iklim Indonesia ini sangat ekstrem, sehingga kami berpikir untuk memanfaatkan ini untuk keuntungan kami. Kami menyediakan beberapa tempat penampungan air, yang dapat kami olah menjadi air bersih, dan tempat penampungan ini mampu memnuhi 127% kebutuhan seluruh staf disini. Selain itu di beberapa titik akan ditempatkan panel matahari yang dapat menyimpan dan mengolah energi matahari yang disimpan untuk membantu memasok kebutuhan listrik kami," terang Tamela.
Dalam rancangan yang baru nanti pemerintah AS juga mencoba untuk mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia. Sehingga lebih menonjolkan sisi bersahabat kepada masyarakat Indonesia.
"Dalam rancangan kita, akan ada taman dan kanopi, buat pejalan kaki yang melintas. Juga akan ada beberapa fasilitas lain," terangnya.
Selain memugar dan memodernkan bangunan, Pemerintah AS juga menyatakan akan melakukan perluasan komplek kedubes. Nantinya, komplek Kedubes AS tidak hanya bisa diakses dari Jalan Medan Merdeka Selatan saja, tetapi juga dapat diakses dari Jalan Kebon Sirih, sehingga ini diharapkan akan memudahkan akses menuju kedalam kompleks.
"Untuk perluasan lahan, kita memang menggunakan lahan yang sudah kita punya sejak waktu lama. Jadi kita tinggal memanfaatkan apa yang ada," ujar Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel di tempat yang sama.
Proyek ambisius pemerintah AS ini terlihat sudah mulai berjalan. Saat detikcom berkesempatan mengunjungi gedung Kedubes AS terlihat beberapa melakukan pekerjaan membongkar konblok yang terdapat di dalam kompleks kedubes. Hal ini juga dikonfirmasi oleh seorang staf kedubes yang ditemui detikcom di lokasi.
(riz/ndr)










































