"Kami sadar dengan apa arti dari gedung ini. Kita juga sudah mendapat izin," kata Marciel dalam jumpa pers di Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Marciel menegaskan, seperti halnya masyarakat Indonesia, Kedubes AS pun merasa bahwa gedung itu bersejarah. Dia menjamin, pemindahan gedung itu dari lokasi sekarang akan lebih mendekatkan dengan masyarakat. Gedung itu berada di dalam kompleks Kedubes AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, lanjut Marciel, saat ini pihak Kedubes AS sedang dalam proses pembicaraan untuk mengetahui bentuk teknis pemindahannya.
"Dan kita sudah ada konsultan mengenai arsitektur dan sejarah, kita juga sudah mendapat rekomendasi untuk hal (pemindahan) tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, sejarawan Asep Kambali yang dihubungi detikcom menuturkan, bangunan yang ditempati Kedubes AS merupakan salah satu bangunan penting karena menjadi saksi sejarah Indonesia.
"Itu adalah banguna bersejarah buat Indonesia. Ya, PM Syahrir pernah berkantor di sana. Pada masa sebelum perundingan Linggarjati pernah digunakan untuk bertemu dengan tamu-tamu negara," kata Asep, Kamis (28/6).
Dia berharap gedung-gedung bersejarah yang ada terus dirawat agar tidak rusak dimakan waktu atau justru dimusnahkan sehingga berganti dengan bangunan lain.
"Gedung ini memiliki sejarah di masa revolusi kemerdekaan," sambung dia.
(riz/ndr)











































