Dubes AS: Kantor Sjahrir Tidak Dihancurkan, Tapi Dipindahkan

Dubes AS: Kantor Sjahrir Tidak Dihancurkan, Tapi Dipindahkan

- detikNews
Jumat, 06 Jul 2012 18:05 WIB
Dubes AS: Kantor Sjahrir Tidak Dihancurkan, Tapi Dipindahkan
Jakarta - Kedutaan Besar (Kedubes) AS memastikan tidak akan menghancurkan kantor Sjahrir yang pernah menjabat PM di era kemerdekaan. Tapi memindahkannya ke tempat lain. Kantor itu pernah digunakan sebagai kantor pemerintah Indonesia.

Kedubes AS yang sudah sejak lama menempati bangunan itu, dan kini tengah melakukan modernisasi. Gedung bekas Sjahrir itu, dulunya merupakan saksi sejarah bagaimana pemerintah Indonesia berjuang memperoleh kedaulatan negara-negara lain melalui jalur diplomasi.

"Kami disini sadar betul akan arti penting dari bangunan yang kita tempati sekarang ini. Jadi kami sama sekali tidak akan menghancurkan gedung ini," ujar Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel di Gedung Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat, (6/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Scot menambahkan dalam proyek modernisasi itu, pihaknya malah akan membuat gedung bersejarah itu menjadi lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Menurut Scot gedung itu juga mempunyai arti penting bagi AS, karena di gedung itu beberapa pertemuan dan keputusan penting dibuat pada masa awal-awal kemerdekaan Indonesia.

"Gedung ini juga simbol bagaimana hubungan akrab antara Indonesia dan AS yang sudah terjalin sejak lama. Rencana kami adalah dengan memindahkan gedung ke sisi depan, sehingga bisa dapat lebih dinikmati oleh masyarakat banyak," terangnya.

Namun, Scot menyatakan belum mengetahui masalah teknis pemindahan gedung bersejarah tersebut. Dia hanya meyakinkan, dalam pemindahan itu pihaknya sudah mendapatkan izin dan rekomendasi dari pihak yang berwenang.

"Jangan tanya saya mengenai masalah teknis. Intinya nanti dalam melakukan pemindahan kita akan melakukannya dengan standar tertinggi, sesuai dengan standar internasional, dan juga standar-standar yang berlaku di Indonesia," imbuhnya.

Scot menambahkan pihaknya juga ingin mengklarifikasi mengenai isu yang sempat berkembang di masyarakat bahwa gedung bersejarah tersebut akan dihancurkan. Menurutnya itu adalah sebuah kesalahpahaman antara pihak Kedubes AS dan masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi saya bisa tekankan dan pastikan kita tidak akan menghancurkan. Sebaliknya kita akan melakukan perawatan terhadap cagar budaya ini," tuturnya.

(riz/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads