Selain mereka, ternyata 5 anak-anaknya juga ikut berkontribusi dalam suksesnya Siomay Andy. Mereka adalah Santi (36), Yanti (34), Budi Lia Putra (32), Herman (30) dan Andi (28).
"Santi biasanya jualan sate sama otak-otak. Dia juga jaga tapi enggak ikut bikin siomay," ujar istri Andi, Trisna (27) saat berbincang dengan detikcom, Jumat (6/7/2012) di Siomay Andy, Jl Raya Rawa Kucing, Sawan, Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Lia Putra yang disebut polisi sebagai terduga kuat pelaku pembunuhan orang tuanya rupanya merupakan juru parkir warung siomay tersebut. "Sebelumnya dia bantu cetak siomay dulu," kata Trisna.
Sedangkan Herman, anak keempat pasutri tersebut ikut membantu dalam proses pembuatan siomay. "Dia ikut goreng kacang, goreng tahu, rebus kol, ikut nyetak juga," beber Trisna.
"Suami saya, si Andi dia rebus kacang, nyundut udang kering, nyiapin sagu, ngelapin meja," sambung Trisna.
Sedangkan sang istri, Liesek Nio bekerja sebagai pengupas kentang dan ikut menjaga warung. "Dia yang mengurus semua keuangan warung dan keluarga," papar Trisna.
"Kalau mertua saya dia ngegiling ikan, buat bumbu, dan yang tahu takaran air," tambahnya.
Kedepannya, Trisna tak bisa memprediksi apakah Siomay milik mertuanya ini akan diteruskan atau tidak. "Tapi mungkin suami saya bisa, karena dia tahu takarannya," katanya.
(gah/gah)










































