"Semakin hari, semakin mepet Pemilukada, janji-janjinya makin tak realistis. Para kandidat supaya ingat tidak menghalalkan segala cara untuk memenangkan pilkada dan mengelabui masyarakat," kata Dali Mardali, yang merupakan 'cagub' nomor 7 kepada wartawan di lokasi Spanduk di Jalan Kapuas Raya, blok X RT 06/01 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (6/7/2012).
Namun tidak hanya spanduk pasangan nomor urut 7 Dali-Kunto yang berukuran 4 x 4 meter saja yang dipasang. Ada juga sebuah spanduk berukuran 1 kali 3 meter berwarna dominan putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebatas mengingatkan dan mengkritisi. Kalau golput secara riil golongan putih, tapi kalau ini golput itu golongan orang lama pemilik suara tetap. Sengaja saya bikin kecil biar tahunya golput,"
Dali sendiri mengaku akan turut mencoblos pada tanggal 11 Juli nanti, dan ia percaya dengan pilihannya. Walau merahasiakan siapa cagub pilihannya, ia tetap merasakan kebingungan dalam meyakinkan pilihannya tersebut.
"Iya kita pasti ikut coblos sebagai warga negara yang baik. Ya, saya pilih yang paling masuk akal dan tak muluklah, tapi kita bingung siapa. Disini kemungkinan yang kuat itu HNW dan Jokowi," ungkap pria berbadan besar tersebut.
Dali membuat 6 spanduk, terdiri dari 4 spanduk 'Golput' dan 2 spanduk 'Cagub Nomor 7', total Rp 1 juta. "Saya habis Rp 1 juta, buat bikin spanduk-spanduk ini. Total 6 spanduk saya bikin," ujar Dali.
Diketahui, terdapat sebuah spanduk berukuran 4 x 4 meter yang bertuliskan pasangan cagub Dali Mahdali dan Kunto Saktiaji bernomor urut 7. Di spanduk tersebut terdapat tulisan besar 'Jangan Pilih Gua, Gua Pasti Korupsi', yang dibawahnya bertuliskan 'Masalah Banjir dan Macet, Loe Pikir Gua Pawang Ujan dan Tukang Parkir'.
(vid/ndr)











































