Panglima TNI: Buku Propaganda AS, Tugas Polisi dan BIN
Senin, 23 Agu 2004 19:09 WIB
Bandung - Beredarnya sejumlah buku yang berbau propaganda Amerika Serikat (AS) yang dikirimkan ke beberapa pondok pesantren (ponpes) di Indonesia patut dicermati. Namun kewenangan dan tanggung jawab untuk menangani hal itu lebih lanjut berada di pundak kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN).Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto menjawab pertanyaan detikcom usai memberikan ceramah dan diskusi pembekalan kepada para Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) dari 3 angkatan di lingkungan TNI (Sesko TNI AD, Sesko TNI AL dan Sesko TNI AU). Kegiatan pembekalan itu dipusatkan di Mako Sesko TNI AU di Lembang Bandung, Senin (23/8/2004).Menurut Panglima, diedarkannya buku berbau propaganda semacam itu memang bisa saja menimbulkan dampak terhadap ketahanan dan persatuan bangsa, yang menjadi urusan dan kewenangan TNI. "Tapi saya rasa, biarlah kepolisian dan BIN yang menanganinya dulu,"tegasnya. Bahwa dalam perkembangannya, banyak warga masyarakat termasuk kalangan pengasuh pondok pesantren yang mengantarkan buku-buku itu ke kantor Koramil, Kodim dan Korem, Panglima menegaskan, jajarannya tetap bersikap terbuka dan menerima penyerahan buku-buku tersebut. "Silakan saja. Saya juga terima laporan dari berbagai daerah tentang penyerahan buku itu," katanya lagi.Panglima menolak menjelaskan lebih lanjut soal dampak dari peredaran buku itu. Hanya saja, Panglima ketika ditanya sempat menjawab bahwa hal itu merupakan salah satu bentuk infiltrasi tidak langsung. "Karena itu, kami juga mencermati perkembangannya," kata Panglima lagi.Beredar di Jawa BaratUntuk diketahui, di wilayah Jawa Barat selama beberapa minggu terakhir ini sejumlah pondok pesantren telah menerima kiriman sejumlah buku dari Badan Penerangan AS (United States Information Agency). Buku-buku itu dikirimkan melalui jasa pos.Setiap satu paket terdiri dari 20 buku, masing-masing berjudul Pemerintahan Amerika Serikat, Kesusasteraan Amerika, Ekonomi Amerika, Geografi Amerika, dan Sejarah Amerika. Kelima buku itu ditulis dalam bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan ilustrasi yang rapi. Dari kelima buku itu yang paling tebal mencapai 459 halaman yaitu Sejarah Amerika dan berisikan tentang sejarah Amerika awal, periode kolonial, jalan menuju kemerdekaan Amerika, Amerika pascaperang, hingga Amerika menuju abad ke 21 dan diterjemahkan oleh Yusi A. Pareanom dengan editor Budi Prayitno.Komandan Korem 062/Tarumanegara Kol Art Osaka Meliala ketika dikonfirmasi detikcom membenarkan beredarnya buku-buku itu. "Kami terima sajapenyerahannya dari masyarakat. Banyak pengasuh pondok pesantren yang mempertanyakan ada apa dan relevansinya apa, sehingga mereka dikirimi buku semacam itu," tuturnya.Kol Osaka menuturkan alasan sejumlah pengasuh pondok pesantren yang mengembalikan buku itu karena dinilai merupakan upaya propaganda AS dan sama sekali tak ada sangkut-pautnya dengan nilai agama Islam yang dikembangkan di pesantren. "Buku soal budaya misalnya. Baik-baik saja untuk memperkenalkan budaya mereka kepada. Tapi jangan harapkan budaya mereka akan bisa begitu saja terasimilasi dengan budaya di Indonesia," katanya mencontohkan alasan itu.Dari laporan yang diterima, jumlah buku yang dikirimkan melalui jasa pos itu jumlahnya mencapai ribuan. "Tapi saya sampaikan kepada pihak pos, agar buku-buku itu tetap diantarkan ke alamat tujuannya karena memang itu kewajiban pos. Tidak ada penarikan buku atau pelarangan dari aparat kami. Silakan saja. Nanti para pengasuh pondok pesantren itu menyerahkan buku-buku itu kepada aparat keamanan, itu lain soalnya," papar Kol Osaka lagi.Sejauh ini, buku-buku sudah terdistribusi melalui kantor pos yang terdapat di tiga kecamatan yaitu Sukawening, Cibatu, dan Wanaraja, yang berada di wilayah Garut. "Saya belum cek lagi kalau di daerah lain, di wilayah Korem 062/Tarumanegara. Yang jelas, semua tingkatan yang ada di kami, mulai dari Koramil, Kodim dan Korem terbuka untuk menerima penyerahan buku-buku itu kalau memang ada yang tidak berkenan," tambah Danrem.
(mar/)











































