Amran dibawa dari Buol menuju Tolitoli, lalu diterbangkan ke Palu. Di Tolitoli, ia sempat dibawa ke kantor Polres setempat.
Amran terlihat memakai kaos berwarna krem dengan kerah V dan celana panjang berwarna coklat muda. Sebelumnya, di Polres Tolitoli ia cuma mengenakan sarung dan kaos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada keterangan resmi dari tim KPK yang menangkap Amran. Pihak keluarga, Is Baculu, menyayangkan cara penangkapan yang dilakukan oleh KPK mengingat Amran adalah seorang pejabat daerah.
Ketua DPD II Partai Golkar Buol ini ditangkap pada Jumat (6/7/2012) sekitar pukul 04.00 WITA di kediaman pribadi di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Ia diduga terlibat menerima suap dari PT Citra Cakra Murdaya, anak perusahaan PT Hardaya Inti Plantation milik pengusaha nasional Hartati Murdaya. Penyuapan dilakukan direksi terkait permintaan pembebasan lahan di luar Hak Guna Usaha PT CCM seluas tidak kurang dari 4.486 hektar. Atas kasus ini pula, Hartati Murdaya dicegah ke luar negeri oleh KPK.
(/)










































