Siswa Ditempeleng Guru, Murid pun Demo

Siswa Ditempeleng Guru, Murid pun Demo

- detikNews
Senin, 23 Agu 2004 18:27 WIB
Ciamis - Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Itu kata pepatah. Kalau guru menempeleng, maka murid membalas dengan demo. Kalau ini, kejadian sebenarnya yang terjadi di SMU Negeri 1 Ciamis, Jawa Barat. Gara-gara ada guru menempeleng siswanya, SMU Negeri 1 Ciamis didemo siswanya. Uniknya, ada yang sayang dengan pak guru ini. Namun ada juga yang ingin agar pak guru itu dipindahkan.Aksi demo sekaligus mogok belajar itu dilancarkan ratusan siswa SMU Negeri 1 Ciamis, pada hari Senin (23/8/2004). Uniknya, siswa-siswa kelas 1 dan 2 meminta Pak Syarifudin tetap dipertahankan dan tidak dimutasikan. Namun ada juga siswa yang kesal dengan tindakan pak guru itu. Sebelumnya, Syarifudin juga sudah dilaporkan oleh R. Ikin Sodikin, orang tua R. Aji Gumilar yang ditempeleng pak guru itu ke Polres Ciamis.Aksi penempelengan itu terjadi pada hari Selasa (10/8/2004 lalu. Pasalnya, gara-gara tidak ada guru yang masuk ke kelasnya, 3 siswa kelas III IPS-3, salah satunya Aji pergi keluar kelas. Syarifudin yang melihat tiga siswa itu keluar kelas, menanyakan mata pelajaran apa yang kosong. Dua siswa menjawab pelajaran agama Islam. Namun lain lagi jawaban, Aji yang menjawab pelajaran komputer. Jawaban Aji yang berbeda ini membuat Syarifudin emosi dan langsung menempelengnya karena dianggap berbohong. Aji pun melaporkan peristiwa itu kepada ayahnya yang juga Wakil Direktur RSU Banjar. Saat itu juga, Aji langsung divisum, dan setelah dikonsultasikan dengan pengacara, orang tua Aji melaporkan peristiwa itu ke polisi pada hari Senin (16/8/2004) lalu.Dinas Pendidikan Ciamis sendiri telah memanggil pihak sekolah untuk menyelidiki kejadian yang terjadi. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Syarifudin juga sudah dimutasikan dari tugas mengajarnya di sekolah itu sejak hari Sabtu (21/8/2004).Namun keputusan memindahkan Syarifudin juga mengundang kecaman dari siswa lain. Sebagian siswa lainnya meminta agar Syarifudin yang pernah menjadi juara fisika dan mendapat penghargaan The Teaching Model in Physics tetap ditugaskan di SMU Negeri 1 Ciamis. Siswa-siswa kelas 1 dan 2 di sekolah itu usai apel pagi membagi-bagikan selebaran dan melakukan aksi tanda tangan menolak keputusan Dinas Pendidikan yang memutasikan Syarifudin. Menurut siswa yang meminta Syarifudin dipertahankan, aksi yang dilakukan para siswa itu bukan untuk mendukung Syarifudin. Namun, lebih kepada permintaan agar ada perbaikan pengawasan di lingkungan sekolah.Tidak terjadi insiden lebih jauh karena Kepala Sekolah Maman Suherman berhasil melakukan pendekatan kepada 2 kelompok itu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads