Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli (Nara) membantah kehadirannya dalam Rohawan (dzikir) Akbar yang dilaksanakan oleh Bamus Betawi dan FBR sebagai salah satu bentuk kampanye Pilkada. Acara ini disebut sebagai acara doa bersama untuk para pemimpin bangsa.
"Ini bukan kampanye ini Rowahan Akbar, Di mana kita mendekatkan hati kita, mendoakan yang sudah tidak ada dan meminta ridho kepada Allah," ujar Nara di Tugu Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2012).
Menurut Nara, Rowahan Akbar ini bertujuan untuk mendoakan para pendiri dan pemimpin bangsa seperti Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nara pun menyambut kegiatan yang dilaksanakan oleh Bamus Betawi ini khususnya efek yang akan diberikan kepada kaum muda.
"Kalau para pemuda sudah kehilangan arah maka negara bisa berbahaya oleh karena itu kegiatan seperti ini sangat baik sekali," kata Nara.
Pantuan detikcom, Rowahan Akbar dihadiri sekitar 900, ada panggung ukuran 10 X 10 meter dan di kedua sisi ada poster Rowahan Akbar dan terdapa gambar Seokarno-Hatta, Soeharto dan Gus Dur. Arus lalulintas di sekitar Tugu Proklamasi pun tetap lancar meski ada hajatan besar ini.
(tfq/ega)











































