Putin dan Ban Singgung Kebebasan Pers dan Ancaman terhadap Jurnalis

Laporan dari Moskow

Putin dan Ban Singgung Kebebasan Pers dan Ancaman terhadap Jurnalis

- detikNews
Kamis, 05 Jul 2012 15:37 WIB
Putin dan Ban Singgung Kebebasan Pers dan Ancaman terhadap Jurnalis
Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sekjen PBB Ban Ki Moon sama-sama mendorong terciptanya kebebasan pers. Keduanya juga menyinggung mengenai perubahan peran media di era globalisasi.

Putin dan Ban Ki Moon menyampaikan hal ini dalam rangka World Media Summit yang resmi dimulai hari ini, Kamis (5/7/2012). Acara yang dihadiri 300 orang dari 203 media dan 102 negara ini dibuka dalam acara pembukaan yang digelar di Conggress Hall, World Trade Centre, Moscow.

Dalam pidato tertulis yang dibacakan oleh penyelenggara, Putin melihat bahwa forum ini merupakan forum penting dalam meningkatkan peran media saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang terjadi diversifikasi media massa - dari cetak ke kanal TV dan media eletronik dan internet - yang akan menentukan masa sekarang dan masa depan di dunia politik, ekonomi, dan dari segala sisi kehidupan. Peran ini membutuhkan profesionalitas yang tinggi dan tanggung jawab moral," kata Putin.

Putin percaya bahwa pertemuan ini akan membahas banyak hal terkait profesionalisme media yang tidak berpihak dan independen dan menjamin kebebasan berbicara. Putin juga meminta agar forum media dunia ini bisa mendorong terciptanya dialog yang konstruktif dengan penguasa, kalangan bisnis dan NGO dalam menyelesaikan persoalan.

Sementara Ban Ki Moon dalam pesan yang ditayangkan lewat video menyampaikan bahwa saat ini terjadi transformasi bagaimana masyarakat membuat dan menerima informasi. "Peran Anda (wartawan) berubah. Dan Anda datang bersama-sama ke Moskow untuk mendiskusikan masalah yang berkembang saat ini," kata dia.

Transformasi media ini membuka banyak peluang. "Namun, saya melihat meningkatnya ancaman kebebasan pers dan profesionalisme jurnalis," kata Ban.

Menurut Ban, sejak lebih 10 tahun lalu, terdapat 500 wartawan yang meninggal. Tahun ini saja, sudah 66 wartawan terbunuh. Selain itu masih banyak wartawan yang ditahan dan diintimidasi. Ancaman terhadap wartawan tidak hanya terjadi dalam konflik wilayah, tapi juga saat media memberitakan tentang pemerintah, polisi, atau bisnis narkotika. "Ini semua mengerikan," ujar Ban.

Ban meminta pemerintah di semua negara harus melakukan segala sesuatu untuk melindungi jurnalis dan memerangi impunitas dalam hukum. "Ini juga merupakan target dari program kerja PBB untuk keselamatan jurnalis," kata Ban seraya menyatakan bahwa media yang bebas sangat penting untuk pembangunan dunia dan demokrasi.


(asy/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads