'Menguliti' Alquran dari Kemenag

'Menguliti' Alquran dari Kemenag

- detikNews
Kamis, 05 Jul 2012 13:34 WIB
Menguliti Alquran dari Kemenag
Jakarta - KPK tengah menyoroti proyek pencetakan Alquran oleh Kemenag. Kitab suci itu selain dibagikan kepada umat, juga didistribusikan kepada anggota Komisi VIII sebanyak 500 eksemplar/orang. Seistimewa apa cetakan Alquran itu?

1. Cover

Dengan hard cover yang didominasi warna hijau, kaligrafi Arab 'Alquranul Karim' tercetak dengan tinta warna emas di bagian tengah sampul muka dan belakang. Di bawah kaligrafi terdapat tulisan 'KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2011 TIDAK DIPERJUALBELIKAN' dengan huruf latin di cover belakang dan huruf Arab Melayu di sisi lainnya.

2. Isi

Alquran yang diadakan Kemenag itu memiliki ukuran panjang 26 cm, lebar 18 cm, dengan jumlah halaman 568 lembar. Kertas yang digunakan hanya kertas biasa, bukan lux tebal maupun glossy.

Berlanjut ke lembaran berikutnya adalah penanda bahwa halaman setelahnya sudah mulai berisi ayat-ayat suci Al Quran yang terbagi dalam 114 Surat tanpa terjemahan. Ayat demi ayat mulai dari Surat Alfatihah sampai An-Nas tercetak dengan tinta warna hitam solid.

3. Tanda Tangan Menteri Agama

Saat Alquran dibuka dari arah kanan menuju kiri, tercetak dengan rapi di sana adalah Asmaul Husna yang berjumlah 99 nama. Mulai dari Ar-rahman (Maha Pengasih) sampai As-Shobur (Maha Penyabar) tersusun sistemik dalam 2 halaman.

Setelah Asmaul Husna, halaman selanjutnya memuat sambutan Menteri Agama RI yang secara garis besar berisi tujuan dan harapan diadakannya mushaf Quran ini. Di sisi kanan bawah halaman yang sama terdapat tanda tangan Menag Suryadharma Ali tanggal 8 Maret 2011.

4. Banyak

Sebelum halaman penutup yang berupa Asmaul Husna, terdapat satu lembaran berisi informasi pihak yang mengadakannya yakni Kemenag, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Tahun 2011. Lengkap dengan alamat email, website, telepon, dan fax. Tercantum juga nama percetakannya PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebanyak 653.000 eksemplar.

Anggota Komisi VIII DPR, Mohammad Baghowi pernah mengatakan pada tahun 2011 anggaran pengadaan Alquran Rp 21 miliar untuk mencetak 650.000 eksemplar. Anggaran pengadaan Alquran tahun 2012 sebesar Rp 110 miliar, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, untuk 653.000 eksemplar.

Sementara, berdasarkan data yang diperoleh detikcom, Rabu (4/7/2012), dari Komisi VIII DPR, yang berlabel 'Program dan Kegiatan pada RAPBN-P Kementerian Agama Tahun 2011', Program dan kegiatan Bimas Islam, disebutkan anggaran untuk pengadaan 305.000 eksemplar Alquran ditetapkan Rp 22,875 miliar. Alquran disebutkan per eksemplar Rp 75 ribu.

Dan bila anggaran tahun 2012 adalah Rp 110 miliar dibagi 653.000 eksemplar, maka biaya pengadaan 1 unit Alquran bisa mencapai Rp 169.000. Wow!
Halaman 2 dari 5
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads