"Pertama modus dengan penerbangan, menyelundupkan melalui paket. Kedua melalui jalur air, biasanya barang dikirimkan ke Malaysia terus disambung ke pelabuhan-pelabuhan di Aceh, Medan, Dumai, Lampung, Palembang, lalu dimasukkan ke Jakarta. Modus yang ketiga menggunakan kontainer yang isinya disamarkan," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombespol Nugroho Aji Wijayanto, kepada wartawan Kamis (5/7/2012).
Hal ini disampaikan Nugroho usai acara pemusnahan narkoba di ruang pemusnahan dan dokumen, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Turut hadir pula Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Gories Mere, perwakilan dari pemuka agama, serta pelawak Tarzan dan Doyok.
Saat ini, pihak kepolisian berusaha melakukan fokus pemberantasan narkoba sampai ke akarnya. Ada 4 subyek yang menjadi fokus polisi. "Pertama memerangi produsen, lalu importir, kemudian bandar, dan yang terakhir pengedar," tambah Nugroho.
Dalam pemusnahan kali ini, barang bukti narkoba berasal dari sindikat internasional. Shabu-shabu berasal dari China dan Iran, Ekstasi dari Belanda serta Heroin dan Kokain berasal dari Meksiko.
(rmd/rmd)











































