"Tentu ini dampaknya akan menggerus suara capres Golkar. Karena Prabowo dan JK berasal dari rumpun yang sama, rumpun Golkar. Di beberapa elit Golkar sendiri pun keduanya masih punya pendukung setia. Saya melihat dalam banyak hal akan menggerus suara capres Golkar," kata pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/7/2012) malam.
Menurut Arya, duet Prabowo-JK berpotensi mendulang banyak suara. Sebab, Arya menilai karakter kedua tokoh saling melengkapi dan bisa menarik perhatian pemilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, menurut Arya, terdapat kelemahan jika kedua tokoh itu jadi bersanding.
"Dalam banyak hal basis pemilih kedua tokoh ini relatif sama, yaitu menargetkan pemilih yang berasal dari segmen nasionalis. Tetapi ini mengenai bagaimana melebarkan basis pemilih. JK bisa menggaet pemilih dari Indonesia bagian timur, Prabowo bisa menggaet pemilih dari kalangan bawah," imbuhnya.
(tor/riz)










































