Amrozi cs Tak Nyoblos Lagi

Pilpres Putaran II

Amrozi cs Tak Nyoblos Lagi

- detikNews
Senin, 23 Agu 2004 16:21 WIB
Denpasar - Terpidana mati bom Bali Amrozi, Imam Samudera dan Muklas, bakal tidak mencoblos pada putara kedua pemilihan presiden. Pada pilpres putara pertama, mereka menolak didata sebagai pemilih oleh petugas."Kalau hak politiknya dicabut sehingga yang bersangkutan tidak punya hak memilih dan dipilih maka mereka memang tidak bisa ikut pemilu," kata Ketua KPUD Bali AA Oka Gede Wisnumurti di kantor KPUD Bali, Jalan Tjok. Agung Tresna, Denpasar, Bali, Senin (23/8/2004).Pada pilpres putaran pertama, Amrozi cs menolak didata sebagai pemilih oleh petugas. Terpidana bom Bali lainnya pun enggan mengikuti pencoblosan pilpres 5 Juli 2004 lalu. Pada saat itu, panitia pilpres menyiapkan dua TPS di Lapas Keroboka, Badung, Bali."Dengan menawarkan itu kan niat baik penyelenggara untuk melibatkan yang memiliki hak pilih. Kalau yang bersangkutan menolak itu artinya kita tidak bisa memaksa mereka untuk menggunakan hak pilihnya," katanya.Sementara itu, dari data pemilih dan logistik pilpres putaran kedua, jumlah pemilih di Bali mengalami penambahan sebesar 8.002 orang. Jumlah pemilih yang tercatat pada pilpres putaran kedua sebanyak 2.532.108 orang sementara pada pilpres putaran kedua sebanyak 2.540.110 orang. KPUD Bali menyiapkan 9.200 buah TPS.Penambahan jumlah pemilih terbanyak terdapat di Kota Denpasar dengan 1.645 pemilih, Kabuaten Buleleng 1.444, Badung 815, Tabanan 959, Jembrana 733, Bangli 359, Karangasem 811, Klungkung 368 dan Gianyar 868."Penambahan jumlah pemilih tersebut semua dari pemilih pemula. Untuk hasil akhir menunggu pemutakhiran data pemilih dari KPUD Kabupaten dan Kota se-Bali pada tanggal 25 Agustus nanti," katanya.Wisnumurti mengatakan, persediaan logistik di Bali telah tercukupi. Sebanyak 2.658.713 surat suara sudah tersebar ke seluruh KPUD kab/kota se-Bali. "Saat ini kita masih menunggu logistik lainnya, yaitu tinta, segel dan stiker," demikian Wisnumurti. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads