P3 Tanah Abang & Pasar Jaya Setuju UI Konsultan Independen
Senin, 23 Agu 2004 16:21 WIB
Jakarta - Perwakilan Pedagang Pasar Tanah Abang (P3TA) dan PD Pasar Jaya menyepakati penunjukan Universitas Indonesia (UI) sebagai konsultan independen yang akan memberikan second opinion perlu tidaknya dilakukan pembongkaran Blok B, C, D, E Pasar Tanah Abang."Kalau bapak-bapak sepakat dengan UI, ya kami persilakan untuk pakai UI. Tidak usah bersitegang lagi soal itu," kata Dirut PD Pasar Jaya Prabowo Soedirman dalam pertemuan dengan P3TA di Kantor PD Pasar Jaya di Pasar Pramuka Jakarta, Senin (23/8/2004).Namun demikian Prabowo mengajukan satu syarat, yaitu second opinion itu dibiayai para pedagang."Dengan satu syarat yah, kami tidak akan membiayai itu. Karena yang butuh second opinion adalah bapak-bapak. Kalau kami yang biayai, tidak fair," tukas Prabowo kepada P3TA.Kuasa hukum P3TA Junifer Girsang merasa keberatan. "Masalah second opinion, kami minta kebijakan dari Pak Prabowo agar memikirkan untuk bisa membantu. Tolong juga disampaikan kepada Pak Gubernur karena ini adalah kepentingan rakyat," ujarnya.Mengenai penelitian dari UI, Prabowo meminta dilakukan oleh orang-orang yang profesional di bidangnya."Kami berharap yang melakukan penelitian adalah yang berpengalaman, mempunyai sertifikat, dan menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasilnya akan kita combine dengan ITB, dan akan dipertanyakan, mana yang paling valid," tuturnya.Prabowo juga meminta agar penelitian second opinion selesai sebelum 24 November 2004. Karena masa pakai kios di Blok B, C, D, E Pasar Tanah Abang akan habis pada 28 November 2004.Perwakilan dari P3TA Murni dalam pertemuan meminta agar PD Pasar Jaya mengeluarkan statement yang menenangkan para pedagang."Sekarang para pedagang sudah tidak dipercaya lagi oleh para supplier. Jadi kami harapkan ada statement yang menenangkan. Sebab teman-teman kami gelisah," ujarnya.Menanggapi hal itu, Prabowo mengaku akan mengirimkan surat kepada Asosiasi Tekstil. "Tidak akan ada kegiatan perdagangan yang terhenti. Kalau perlu saya surati semua pabrik tekstil dan asosiasi tekstil yang ada," tukasnya.
(sss/)











































