Saat berkampanye di Jalan B RT 09/17 Teluk Gong, Pejagalan, Jakarta Utara, Rabu (4/7/2012), seorang ibu tiba-tiba saja mengeluarkan kritik saat Faisal dan timnya berkampanye. Ibu itu heran ada orang yang ingin menjadi cagub tapi malah meminta dana dari warga yang belum tentu mampu menyumbang.
"Kok mau jadi gubernur, malah minta dana dari warga," celetuk ibu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibaratnya (celetukan) mereka menyuntikkan darah mereka ke tubuh saya, sehingga saya tidak akan pernah lupa, tidak akan pernah ingkar janji, dan tidak akan pernah mengabdi pada bandar," kata pria yang menurut verifikasi KPK hartanya Rp 4,2 miliar ini.
Faisal mengatakan, "Sedekah dari orang miskin adalah dari kekurangannya, sedekah orang kaya dari kelebihannya, begitu rumusnya."
Faisal menjelaskan bantuan dana dari berbagai kelas sosial warga tidak lepas dari jargonnya. Ia mengklaim bantuan warga adalah bentuk kontribusi. Dia meyakini sawerannya tidak menimbulkan masalah.
"Ini yang namanya berdaya bareng-bareng, yang miskin dan kaya berkontribusi sama-sama. Kalau saya sempat, akan saya sampaikan seperti itu. Mudah-mudahan tidak ada masalah, mungkin ada salah pengertian dan saya belum sempat menyampaikannya," terang Faisal.
(/)











































