Strategi Unik Faisal-Biem, Bukan Bagi-bagi Duit Tapi Ajak Warga Saweran

Strategi Unik Faisal-Biem, Bukan Bagi-bagi Duit Tapi Ajak Warga Saweran

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 04 Jul 2012 16:31 WIB
Strategi Unik Faisal-Biem, Bukan Bagi-bagi Duit Tapi Ajak Warga Saweran
Jakarta - Strategi unik dilakukan Cagub DKI Faisal Basri dalam memberi pendidikan politik bagi warga saat berkampanye. Merambah wilayah Jakarta Utara, bukannya bagi-bagi uang yang biasa dilakukan kala Pilkada, Faisal malah meminta saweran dari warga. Lho!

"Ibaratnya mereka menyuntikan darah mereka ke tubuh saya, sehingga saya tidak akan pernah lupa, tidak akan pernah ingkar janji, dan tidak akan pernah mengabdi pada bandar," kata Faisal ketika diminta tanggapannya soal model kampanyenya kepada wartawan, di Jl B RT 09/17 Teluk Gong, Pejagalan, Jakarta Utara, Rabu (4/7/2012).

Sejumlah warga sempat terheran-heran dengan aksi Faisal. Bukannya memberi uang dia malah mengumpulkan saweran bersama tim suksesnya. Namun tak urung, langkah Faisal itu mendapat apresiasi warga. Sejumlah sumbangan diberikan, mulai dari Rp. 1.000 hingga Rp 50 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedekah dari orang miskin adalah dari kekurangannya, sedekah orang kaya dari kelebihannya, begitu rumusnya," ujar Faisal.

Faisal menjelaskan bantuan dana warga adalah bentuk kontribusi. Dan Faisal juga berharap sawerannya tidak menimbulkan masalah.

"Ini yang namanya berdaya bareng-bareng, yang miskin dan kaya berkontribusi sama-sama. Kalau saya sempat, akan saya sampaikan seperti itu. Mudah-mudahan tidak ada masalah, mungkin ada salah pengertian dan saya belum sempat menyampaikannya," terang Faisal.

Faisal mendatangi pemukiman warga di Pademangan dan Pejagalan, Jakarta Utara, untuk bertemu warga dan meminta saweran. Bermodal kardus minuman mineral bekas yang ditempeli stiker Faisal-Biem, tim pendukung Faisal-Biem berkeliling ke setiap warga.

"Kalau saya datang ke sini disuguhin macam-macam, bentar lagi saya minta duit sama bapak-bapak dan ibu-ibu buat saweran," kata Faisal yang bermaksud mengkritik politik uang.

(vid/ndr)


Berita Terkait