Waspadai Operasi Derek Liar Kopader di Ruas Tol Cawang!

Waspadai Operasi Derek Liar Kopader di Ruas Tol Cawang!

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 04 Jul 2012 16:02 WIB
Waspadai Operasi Derek Liar Kopader di Ruas Tol Cawang!
Jakarta - Aksi derek liar yang memungut bayaran dengan tarif tinggi sangat meresahkan masyarakat.Salah satu derek liar yang kerap melakukan pemerasan yakni Kopader (Koperasi Pemilik Armada Derek) yang beroperasi di ruas tol Cawang. Masyarakat diminta waspada.

Baru-baru ini, aparat Subdit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil membekuk sindikat derek liar.

"Ditangkap 4 pelaku derek liar yang di antaranya berperan sebagai sopir derek dari Kopader," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rikwanto memastikan bahwa Kopader adalah koperasi jasa derek yang ilegal. "Perizinan mereka sudah mati sejak tahun 2004 dan masih beroperasi, operasinya curi-curian," katanya.

Ia mengatakan aksi derek liar ini hanya akal-akalan pelaku saja untuk memeras korban. "Dibawa ke pool tidak berarti mereka membetulkan mobil korban. Korban betulin sendiri di luar," ungkapnya.

Empat tersangka yang merupakan warga Flores, masing-masing berinisial AM, AW, IS dan AL. Secara berurutan, peran masing-masing yakni sebagai pengalih perhatian, merusak master kopling mobil korban, memberhentikan mobil korban dan memasang rantai penarik mobil serta penerima uang dan pemberi kwitansi dan koordinator Kopader.

Diterangkan Rikwanto, modus yang dilakukan para pelaku yakni mengincar mobil sasaran di ruas tol. Hingga akhirnya mobil korban didekati dan berpura-pura berteriak bahwa mobil korban bermasalah.

"Kemudian setelah mobil korban berhenti, salah satu derek yang berisi 3 orang mengajak bicara, sedangkan yang lain ke samping dan belakang. Mereka mengalihkan, yang satu mencopot selang bahan bakar," jelasnya.

Korban kemudian mengecek kondisi mobilnya dan ternyata, setelah dicek, kopling mobil korban sudah tidak berfungsi.

"Kemudian para pelaku langsung mencantolkan mobil korban dan korban dipaksa ikut," katanya.

Tanpa diberi kesempatan, korban kemudian dibawa naik ke mobil derek. Korban duduk diapit di tengah dua pelaku agar tidak dapat melarikan diri.

"Sesampainya di pool langsung disodori biaya derek dengan tarif yang mahal berkirar Rp 500 ribu hingga jutaan, tergantung jenis kendaraannya," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Arie Ardian mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima tiga laporan korban yang diperas derek liar.

"LP (Laporan Polisi) ada tiga yakni sopir taksi, mobil box dan fuso," kata Arie dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan penggerebekan ke pool Kopader yang terletak di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Di lokasi, polisi menangkap para pelaku.

"DPO ada beberapa yang masih kita cari yakni F, dia saat itu sopiri derek namun saat itu melarikan diri," katanya.

Di lokasi, polisi menyita 3 unit derek jenis truk Fuso, 1 unit truk Fuso (milik korban) bernopol Z 9082 YA, 1 unit mobil taksi Express (milik korban) dan 1 unit mobil box (milik korban), papan pengumuman, 1 buah buku operasional derek dan 1 perangkat stempel dan dokumen lainnya.

(mei/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads