Seorang pria kemudian membantu memecahkan celengan dari tanah liat itu. Celengan dibanting ke lantai dan duit recehan berserakan di lobi KPK. Debu bekas pecahan celengan itu juga berhamburan.
"Ini tabungan dia selama dua tahun," tutur sang Ibunda saat ditemui di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil dibantu sejumlah orang, uang recehan itu dibawa ke atas meja untuk dihitung. Aditya bersama dengan putri mantan Presiden Gus Dur, Anita, menghitung sama-sama uang receh tersebut.
Cukup lama proses penghitungan berlangsung mengingat uang recehan yang terkumpul juga banyak. Akhirnya keluarlah jumlahnya sebesar Rp 364.400.
Sang Ibu menceritakan, sudah sejak kemarin Raditya ingin ke sini. Ia juga menjelaskan tidak ada paksaan dari siapa pun terkait kedatangan anaknya.
"Baru kali ini sempat datangnya sekalian saya ke luar," jelas ibunda.
Cerita Raditya hanya secuil kisah dari cerita di balik pengumpulan dana ini. Sebelumnya ada juga seorang pria berpakaian lusuh yang menyumbang Rp 2.000. Pria tersebut juga meletakkan CD lagu-lagu antikorupsi ciptaan sang istri.
(mok/aan)










































