Fahmi Ahmad Bukan Karyawan PT Siemens Indonesia
Senin, 23 Agu 2004 15:40 WIB
Jakarta -
Fahmi Ahmad, sarjana teknik lulusan Universitas Indonesia yang tewas di Irak, bukan karyawan PT Siemens Indonesia.Demikian ditegaskan Head Corporate Communications Departement PT Siemens Indonesia, Julieta F.Glasmacher, pada detikcom, Senin (23/8/2004) pukul 15.20 WIB. Julieta memastikan hal itu setelah berjam-jam mengumpulkan informasi dari banyak pihak.Julieta menuturkan, Fahmi Ahmad memang pernah bekerja di perusahaan itu pada Januari 2001 hingga Oktober 2003. Lalu dia mengundurkan diri. "Jadi pada saat kejadian ini berlangsung, dia bukan lagi pegawai Siemens," tandas Julieta.Julieta membenarkan Siemens yang berpusat di Jerman mempunyai proyek di Irak. "Tapi tidak ada orang Indonesia di sana," ujarnya.Pihaknya juga telah menghubungi kantor pusat Siemens. "Kemungkinan akan diendorse bersama-sama," imbuhnya.Julieta menambahkan, semua pegawai Siemens mungkin akan dipulangkan dari Irak. "Tapi saya belum tau secara pasti sampai ada statemen dari mereka. Mungkin sore ini mereka baru ngantor karena di sana baru pukul 9 pagi," jelas Julieta.Julieta tidak tahu menahu Fahmi Ahmad bekerja ke Irak atas nama perusahaan apa. "Saya tidak tahu dia bekerja di mana. Karena dia merupakan tenaga teknisi, jadi dia mungkin ikut berbagai proyek," demikian Julieta.Sekadar diketahui, ada informasi bahwa Fahmi Ahmad bekerja di proyek Siemens di Irak lewat agensi tenaga kerja di Dubai. Agensi ini jugalah yang memberitahu keluarga Fahmi bahwa pemuda berusia 27 tahun itu tewas dalam serangan di Mosul, Irak.
(nrl/)










































