"Jadi tidak benar ada kerja sama pertahanan di antara militer kita dengan Australia dan AS. Kerja sama yang ada buat disaster relief. Ini sepenuhnya kemanusiaan, no politic," kata SBY menjawab kecurigaan bahwa ada kerjasama pertahanan segi tiga yang RI jalin.
Hal ini disampaikan SBY di Hotel Crown Plaza, Darwin, Australia, Rabu (4/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden kemudian mencontohkan bencana tsunami di Aceh-Nias pada akhir 2004. Operasi tanggap darurat yang digelar oleh satuan militer dari berbagai negara, telah terbukti efektif dan berjalan baik.
"Pilarnya adalah saling berbagi informasi, membantu tanggap darurat dan menghilangkan bottle necking untuk mengirim bantuan," jelas SBY.
Namun, SBY menyadari bahwa apa yang RI-Australia-AS pelopori ini amat rentan disalahpahami negara lain. Ia berpendapat latihan yang digelar sebenarnya juga terbuka bagi negara di kawasan.
"Kalau kita mau latihan, ajak saja semuanya. Bagus sekali bila dalam latihan itu juga ada India, Korea, Jepang dan Cina," papar SBY soal usul dan harapannya terhadap pola kerja sama militer itu.
(lh/aan)











































