Golkar Inginkan Mendagri
Orang SBY Dinilai Musuhi Golkar
Senin, 23 Agu 2004 15:15 WIB
Solo - Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung, membeberkan sejumlah alasan mengapa partainya tidak memilih mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla. Sedangkan kepada Megawati dia mengajukan berbagai aspirasi, di antaranya posisi Mendagri.Hal itu disampaikan dalam arahannya kepada fungsionaris Golkar se-Jawa Tengah dari tingkat provinsi hingga kecamatan yang hadir dalam sosialisasi hasil Rapim IX Partai Golkar kepada seluruh pengurus DPD I dan II serta Pimpinan Partai Golkar Kecamatan se-Jawa Tengah di Rumah Makan Diamond, Solo, Senin (23/8/2004).Di antara yang disampaikan Akbar adalah sikap SBY dan Kalla yang mengecilkan arti koalisi partai. "Pak SBY maupun Pak Kalla sering menyatakan yang penting adalah koalisi dengan rakyat, bukan parpol. Padahal keberadaan partai adalah saluran aspirasi politik rakyat. Pernyataan itu telah mempertentangkan elit partai dengan rakyat yang sedang diperjuangkan," paparnya."Alasan lain adalah bahwa Partai Demokrat yang mencalonkan Pak SBY, sejauh ini tidak pernah membina komunikasi politik dengan Partai Golkar. Selain itu orang-orang di sekitar Pak SBY terlihat sekali menampakkan permusuhannya dengan kita di Partai Golkar. Karena itu kita memilih mendukung Ibu Megawati dengan segala kelebihan dan kekurangannya," lanjut Akbar.Lebih lanjut dia juga memaparkan bahwa sebelumnya DPD Partai Golkar Papua meminta partai beringin itu mendukung SBY, dengan alasan Megawati dianggap tidak serius menjalankan otonomi khusus di daerah itu. Namun setelah sebagian besar DPD mendukung Megawati, akhirnya berharap agar Megawati memberikan pos Mendagri kepada Golkar."Hal itu dikarenakan peran Mendagri cukup besar dalam pelaksanaan otonomi khusus. Hal itu saya sampaikan juga kepada Ibu Megawati ketika saya bertemu beliau untuk menyampaikan keputusan rapim yang mendukung pencalonan beliau," lanjut Akbar.
(nrl/)











































