Pengamat: Koalisi Kebangsaan Tidak Ampuh di Sulsel

Pengamat: Koalisi Kebangsaan Tidak Ampuh di Sulsel

- detikNews
Senin, 23 Agu 2004 15:02 WIB
Makassar - Koalisi Kebangsaan yang dimotori PDIP, Golkar, PDS, dan PPP, tidak akan mampu mendongkrak suara Mega-Hasyim di Sulsel.Hal ini disampaikan oleh SM Noor, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) ketika ditemui di kampus Unhas, Makassar, Senin (23/8/2004).Menurut SM Noor, ketokohan Kalla di Sulsel sulit untuk digoyahkan oleh koalisi yang digalang oleh Mega-Hasyim. Meski telah menggandeng Golkar, masyarakat Sulsel akan lebih condong ke SBY-Kalla."Meski Sulsel salah satu basis Partai Golkar pada pemilu legislatif lalu, tapi ingat pada pilpres I, Wiranto-Wahid tidak mendapat dukungan dari massa Golkar sendiri yang ada di Sulsel," ujar SM Noor.Lebih lanjut SM Noor mengatakan bahwa massa lebih melihat ketokohan dibanding fanatisme partai. Bahkan, menurutnya, mesin politik Golkar sulit untuk bekerja maksimal di Sulsel.Banyak faktor yang mempengaruhi, pertama, sebagian fungsionaris Golkar di Sulsel banyak yang masih memihak pada SBY-JK. "Meski perintah dari pusat, namun hatinya di SBY-JK," tutur SM Noor. Hal ini dikarenakan masih adanya ikatan emosional mereka dengan JK.Faktor lainnya adalah dominannya rakyat kecil yang menginginkan SBY-JK di Sulsel. "Buktinya suara SBY-JK di Sulsel pada Pilpres I paling besar dibanding provinsi lain, sekitar 76 %," ungkapnya.Jika Partai Golkar memaksa untuk menghidupkan mesin politiknya di Sulsel dengan mengerahkan bupati, camat hingga lurah, SM Noor memprediksi Golkar akan ditinggalkan oleh grass root. "Golkar akan ditinggalkanjika ia paksakan," ucapnya. (nrl/)


Berita Terkait