Jefri Noer akan Aktif Lagi, Warga Kampar Resah
Senin, 23 Agu 2004 14:34 WIB
Pekanbaru - Masyarakat Kabupaten Kampar Provinsi Riau mulai resah dengan adanya kabar Bupati Kampar nonaktif Jefri Noer akan kembali memimpin. Kabar rencana kembalinya Jefri itu didapatkan temui warga lewat selebaran di sejumlah mesjid setiap hari Jumat dalam dua bulan terakhir ini.Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar, Ilyas Bamili kepada wartawan, Senin (23/8/2004) di Bangkinang, ibukota Kampar. Menurutnya, selebaran akan kembalinya Jefri Noer itu ditemui warga muslim dalam dua bulan terakhir pada setiap mengikuti shalat Jumat. Warga Kampar mulai resah akan kembalinya Jefri memimpin Serambi Mekah-nya Riau ini. "Kalau sempat kembali, ini bertanda buruk," katanya.Menurut Ilyas, isi selebaran yang meresahkan itu menjelaskan, Jefri Noer adalah sosok pemimpin bupati yang didambakan masyarakat Kampar yang dalam waktu dekat akan kembali menjadi bupati. Dalam selebaran berbentuk fotokopi itu dijelaskan juga bahwa proses kembalinya Jefri Noer telah mendapat izin resmi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno."Akibat selebaran itu, malah saya yang ditanyai masyarakat. Mereka mengancam bila Jefri Noer benar-benar akan kembali memimpin Kampar, seluruh warga termasuk PNS dan pelajar akan kembali menghentikan aktivitasnya. Kita berharap saja semoga selebaran itu cuma gertak sambal kelompok Jefri saja," kata Illyas.Demo Jilid IISementara Ketua PGRI Kampar M Yasir yang dihubungi detikcom, juga membanarkan akan adanya selebaran tersebut. Menurutnya, bila Mendagri benar-benar akan mengaktifkan Jefri kembali, maka hal itu merupakan keputusan yang salah kaprah."Sebab, kembalinya Jefri nantinya akan berdampak negatif bagi pemerintahan di Kampar. Jika Jefry kembali, itu artinya salah satu bentuk arogansi pemerintah pusat terhadap daerah," katanya.Sedangkan Muhamad Amin, tokoh masyarakat Kampar mengatakan, bila Jefri akan diaktifkan kembali, maka seluruh masyarakat Kampar akan melakukan demo jilid kedua yang lebih besar lagi. Menurutnya, setelah Jefri Noer dinonatifkan situasi di Kampar sangat kondusif. Ini terlihat roda pemerintahan dan dunia pendidikan kembali berjalan normal."Kita berharap kiranya pemerintah pusat bisa melihat aspirasi masyarakat bawah dan jangan memaksakan kehendaknya di daerah. Sebab saat ini kondisi di daerah kita sudah aman. Kalau Jefri memimpin kembali, percayalah, gelombang demo akan lebih besar lagi," katanya.Isu akan kembalinya Jefri Noer ini sebenarnya bisa dilihat dari masa non aktif sejak Februari hingga September 2004 mendatang. Selama masa enam bulan itu, Jefri telah mengikuti masa orientasi di Depdagri. Berhubungan masa tenggang waktu yang akan berakhir, dikabarkan, hari ini di Depadagri sedang dibahas akan diaktifkan atau diperpanjang masa orientasinya.
(nrl/)











































