"Ini sudah berapa persen?," tanya Thaib saat meninjau lokasi lapangan utama Morotai Sail di Pulau Morotai, Selasa (2/7/2012).
Pelaksana proyek menjawab pembangunan baru berjalan 45 persen. Mendapati jawaban ini, Thayib langsung meninggikan nada bicaranya. "Apa? Saya tidak mau tahu, pokoknya awal Agustus sudah selesai," perintah Thaib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta kamu tambah jumlah tenaga kerjanya 2 kali lipat atau 3 kali lipat. Suruh kerja siang-malam," tegas Thaib.
Kemarahan Thaib bukan tanpa alasan. Sebab lapangan tersebut belum menunjukkan progress yang berarti. Gedung untuk panggung pun baru berdiri tiangnya saja. Adapun lapangan hanya pedesterian berundak yang mulai berwujud.
"Jangan nggantung seperti ini. Semua harus selesai, tanggal 10 Agustus harus selesai semua. Kalau perlu sebelum tanggal itu," ujar Thaib kepada anak buahnya.
Sail ke 4 kali ini menghabiskan dana lebih dari Rp 80 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan 50 unit home stay sebanyak 50 unit yang dianggarkan senilai Rp 250 juta per unit melalui APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2010. Selain itu pembangunan jalan di Pulau Morotai menghabiskan Rp 7,8 miliar
Belum lagi rehabilitas pelabuhan rakyat, pembangunan gedung Museum Perang Dunia II senilai Rp 1,3 miliar, pembebasan lahan dalam rangka pembangunan museum sejarah senilai Rp 288 juta lebih dan pengadaan miniatur untuk museum sejarah senilai Rp 200 juta.
(asp/mpr)











































