Perampokan terjadi di rumah Slamet, warga Kadipiro, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Selasa (3/67/2012). Pemilik toko perhiasan berusia 50 tahun itu saat ini harus terbaring di RSU Pandan Arang, Boyolali, karena luka-luka bacokan cukup serius.
Slamet menuturkan, Selasa dini hari, dia terbangun karena mendengar suara berisik di rumahnya. Ketika diperiksa, ternyata beberapa orang sedang mencongkel jendela depan rumahnya. Slamet kemudian memasang sebuah meja untuk mengganjal agar jendela tidak terbuka. Sempat terjadi saling dorong, tetapi karena kalah jumlah akhirnya perampok itu bisa masuk ke dalam rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu masuk rumah, para pelaku menganiaya korban menggunakan celurit. Salah satu pelaku, kata Slamet, juga sempat menodongkan sebuah benda menyerupai pistol. Tetapi Slamet tidak bisa memastikan apakah benda tersebut benar-benar senjata api atau hanya mainan.
Akibat serangan itu, Slamet mengalami tujuh luka bacok serius, yaitu tiga tempat di kepala bagian atas, wajah, tangan kanan dan dua tempat di bagian punggung. Dalam kondisi sudah tak berdaya, korban masih dinjak-injak pelaku.
Selanjutnya dua orang pelaku membekap Sujinah, istri Slamet. Sujinah yang ketakutan sembari menggendong anaknya yang berumur 5 tahun, dipaksa menunjukkan lokasi penyimpanan perhiasan di bawah todongan senjata tajam.
"Mereka membawa lari emas 4 ons, uang tunai Rp 10 juta, STNK mobil, STNK motor serta surat-surat penting lainnya. Saya diancam akan dibunuh kalau berani teriak," papar Sujinah saat menunggui suaminya di rumah sakit.
Kapolsek Cepogo, AKP Bambang Rusito, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian perampokan tersebut. Namun dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan kasus tersebut masih dalam
penyelidikan.
(mbr/try)











































