Politisi Golkar Berurusan dengan KPK, Ical: Biasa Saja, Dari Dulu Juga Begitu

Politisi Golkar Berurusan dengan KPK, Ical: Biasa Saja, Dari Dulu Juga Begitu

Salmah Muslimah - detikNews
Selasa, 03 Jul 2012 17:22 WIB
Politisi Golkar Berurusan dengan KPK, Ical: Biasa Saja, Dari Dulu Juga Begitu
Aburizal Bakrie
Jakarta - Sejumlah politisi Partai Golkar saat ini berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai dari kasus dugaan korupsi Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama tahun 2011-2012. Bagaimana sikap Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menanggapi masalah tersebut?

"Nggak apa-apa. Biasa-biasa saja, dari dulu juga begitu. Kenapa kok KPK dianggap suatu yang menakutkan? Biasa saja, orang dipanggil DPR, BPK juga sama. Biasa saja," ujar Ical di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Bahkan Ical mengatakan tidak takut kasus-kasus tersebut akan mempengaruhi elektabilitas partainya. Karena menurutnya, kasus-kasus tersebut tidak terkait secara langsung dengan partai yang dipimpinnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya nggak takut, karena nggak ada hubungannya dengan partai. Kalau Anda buat salah, ada hubungannya dengan media Anda nggak?" cetus Ical.

Terkait dengan kasus dugaan korupsi Alquran yang menjerat kadernya, Zulkarnaen Djabbar, Ical mengatakan partainya akan mengambil tindakan tegas jika yang bersangkutan terbukti korupsi.

"Partai jelas bahwa kalau dia dinyatakan bersalah pasti partai akan segera mengambil tindakan tegas. Terhadap tersangka korupsi apalagi terhadap korupsi Alquran. Tapi kita ingin tanyakan dulu masalahnya apa. Dan kita ingin tahu seorang itu namanya tersangka belum tentu bersalah," tuturnya.

Sedangkan mengenai rencana pemeriksaan Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono oleh KPK terkait dugaan penyimpangan dalam pembahasan Peraturan Daerah tentang pembangunan sarana dan prasarana PON XVIII Riau, Ical mengatakan pemanggilan tersebut hanya sebatas sebagai saksi.

"Itu kan cuma saksi aja. Wajar saja dong penegak hukum (yang panggil), masa kita nggak mau datang," ucap Ical.

Selain Agung Laksono, dua politisi Golkar lainnya juga telah diperiksa KPK. Mereka adalah Ketua FPG DPR Setya Novanto dan anggota Komisi X dari FPG Kahar Muzakir, juga terkait kasus dugaan suap PON Riau.

(rmd/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini