"Nggak apa-apa. Biasa-biasa saja, dari dulu juga begitu. Kenapa kok KPK dianggap suatu yang menakutkan? Biasa saja, orang dipanggil DPR, BPK juga sama. Biasa saja," ujar Ical di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Bahkan Ical mengatakan tidak takut kasus-kasus tersebut akan mempengaruhi elektabilitas partainya. Karena menurutnya, kasus-kasus tersebut tidak terkait secara langsung dengan partai yang dipimpinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan kasus dugaan korupsi Alquran yang menjerat kadernya, Zulkarnaen Djabbar, Ical mengatakan partainya akan mengambil tindakan tegas jika yang bersangkutan terbukti korupsi.
"Partai jelas bahwa kalau dia dinyatakan bersalah pasti partai akan segera mengambil tindakan tegas. Terhadap tersangka korupsi apalagi terhadap korupsi Alquran. Tapi kita ingin tanyakan dulu masalahnya apa. Dan kita ingin tahu seorang itu namanya tersangka belum tentu bersalah," tuturnya.
Sedangkan mengenai rencana pemeriksaan Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono oleh KPK terkait dugaan penyimpangan dalam pembahasan Peraturan Daerah tentang pembangunan sarana dan prasarana PON XVIII Riau, Ical mengatakan pemanggilan tersebut hanya sebatas sebagai saksi.
"Itu kan cuma saksi aja. Wajar saja dong penegak hukum (yang panggil), masa kita nggak mau datang," ucap Ical.
Selain Agung Laksono, dua politisi Golkar lainnya juga telah diperiksa KPK. Mereka adalah Ketua FPG DPR Setya Novanto dan anggota Komisi X dari FPG Kahar Muzakir, juga terkait kasus dugaan suap PON Riau.
(rmd/nrl)










































