Ingrid Kansil Segera Bagikan Alquran Kemenag ke Dapilnya

Ingrid Kansil Segera Bagikan Alquran Kemenag ke Dapilnya

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 03 Jul 2012 15:51 WIB
Ingrid Kansil Segera Bagikan Alquran Kemenag ke Dapilnya
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR, Ingrid Kansil, mengaku menerima Alquran dari Kemenag. Ingrid belum membagikannya ke konstituen. Namun dia akan segera membagikannya.

"Masih ada (Alquran). Karena saya belum sempat ke dapil. Tapi ada banyak yang pesan dari masyarakat konstituen dan madrasah," ujar Inggrid.

Ingrid mengatakan itu usai sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut politikus PD dari daerah pemilihan Jawa Barat IV ini, pembagian Alquran itu dilakukan secara resmi. Namun dia tidak mengetahui apakah semua anggota Komisi VIII mendapat Alquran.

"Saya dapat. Apakah semua anggota (tidak tahu). Tapi pembagian itu ada," kata Ingrid.

Mantan pemain sinetron ini menilai tidak ada yang istimewa dalam pembagian Alquran tersebut. Sebab Alquran itu akan diberikan DPR kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Karena kita anggota Dewan yang mewakili anggota masyarakat. Itu bukan hal yang istimewa," ucap dia.

Ingrid tidak tahu harga Alquran tersebut Rp 1 juta per unit. Namun anggaran untuk pengadaan Alquran pada 2012 ini sekitar Rp 50 miliar.

"Saya nggak paham (harganya Rp 1 juta). Karena itu kan hal teknis. Tapi secara global itu anggarannya untuk 2012 sebesar Rp 50 miliar sekian. Jadi kita tunggu saja hasil dari KPK," bebernya.

Ingrid menerangkan pembagian Alquran tersebut tidak ada kaitannya dengan dugaan mark up pengadaan anggaran Alquran dengan tersangka Zulkarnaen Djabar. Dia setuju saja jika Alquran itu harus dikembalikan jika bermasalah.

"Sepanjang memang aturan itu bermasalah silakan. Tapi kalau Alquran tidak ada kaitannya dengan salah satu kasus anggota Komisi VIII. Itu sih nggak apa-apa, bukan Alquran yang salah," tutur istri Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan ini.

Sebelumnya Wakil Ketua FPD DPR Benny K Harman menyatakan setiap anggota Komisi VIII mendapat jatah 500 Alquran.

"Saya minta KPK memeriksa semua anggota Komisi VIII DPR yang mendapatkan pembagian Alquran dari Kemenag itu. Setiap anggota di Komisi VIII dapat 500 Alquran. Kalau satu unit katanya harganya Rp 1 juta, itu sudah Rp 500 juga. Ini harus diusut, ini korupsi kasat mata," kata Benny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini.

(nwy/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini