Indonesia Ajak Australia Antisipasi Pulihnya Ekonomi Dunia

Laporan dari Australia

Indonesia Ajak Australia Antisipasi Pulihnya Ekonomi Dunia

- detikNews
Selasa, 03 Jul 2012 15:09 WIB
Indonesia Ajak Australia Antisipasi Pulihnya Ekonomi Dunia
Presiden SBY dan PM Julia Gillard / Luhur Hertanto
Darwin, - Ekonomi dunia pada saatnya akan kembali bergairah seiring pulihnya Eropa dan AS dari krisis keuangan. Presiden SBY mengajak kalangan usaha Australia mengantisipasinya dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka.

Ajakan ini Presiden SBY sampaikan dalam sesi jamuan santap siang bersama Australia-Indonesia Business Council. Acara ini digelar di Gedung Parlemen Darwin, Australia, Selasa (3/7/2012).

"Mari kita antisipasi pertumbuhan ekonomi regional, munculnya emerging economies baru, kuatnya kembali ekonomi AS dan pulihnya Euro Zone," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadikan Indonesia sebagai titik penghubung untuk produksi Anda. Membangun pabrik, perkebunan dan pusat bisnis di Indonesia akan membuka pasar yang lebih besar," sambungnya.

Menurut SBY, dua negara sudah mempunyai modal sehingga tidak kesulitan tingkatkan kerja sama ekonomi. Lima tahun terakhir nilai perdagangan dan investasi sudah tumbuh cukup pesat.

"Total perdagangan dua negara rata-rata tumbuh 11% per tahun dan tahun lalu nilainya mencapai USD 10.76 billion. Nilai investasi Australia di Indonesia berada di 14 terbesar," paparnya.

Pada saat bersamaan kegiatan ekonomi Indonesia berkembang pesat. Tenaga kerja terdidik kita bertambah jumlahnya dan kelas menengah baru dengan daya beli yang kuat dan melek teknologi terus tumbuh.

Program MP3EI membuka banyak peluang. Di dalam program yang digenjot hingga 2025, pengusaha Australia dapat berpartisipasi di bidang pengadaan infrastruktur, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan pertambangan di Indonesia Timur.

"Khususnya di kawasan Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua yang amat dekat jaraknya dengan Australia’s Northern Territory ini," sambung SBY.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini