Malaysia Usulkan Bentuk Lembaga Budaya dengan Indonesia

Malaysia Usulkan Bentuk Lembaga Budaya dengan Indonesia

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 03 Jul 2012 14:16 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Boediono menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato' Muhyiddin Haji Mohd Yassin. Dalam kunjungan itu, Malaysia mengusulkan untuk membuat lembaga komunikasi budaya antar kedua negara sehingga lebih bersahabat.

"Wakil PM sedang menggagas untuk membentuk sebuah lembaga, semacam media untuk berkomunikasi di antara kedua negara," ujar juru bicara Wapres Yopie Hidayat di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2012).

Menurut Yopie, lembaga budaya ini nantinya akan membicarakan masalah-masalah budaya dengan lebih intensif dan bersahabat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau gesekan di kalangan masyarakat kedua negara. Alasannya, karena Indonesia dan Malaysia adalah negara serumpun.

"Salah satunya wakil PM ingin kmbali menghidupkan misalnya acara titian muhibah yang dulu pernah ada live antara Jakarta dan Kuala Lumpur pada saat yang sama untuk lebih mempererat tukar-menukar kebudayaan ini," kata Yophie.

Terkait usulan tersebut, Yopie mengatakan, Wapres Boediono menyambut baik ide tersebut serta menyebut komunikasi dan hubungan baik jauh lebih menguntungkan daripada perselisihan.

"Jadi itu memang harus dibulatkan terus kalau kita ingin punya hubungan baik dengan Malaysia," kata Yopie.

Terkait demonstrasi di depan Kedubes Malaysia, Indonesia menegaskan pemerintah menjamin tidak akan menjadi anarkis

"Tadi juga dijelaskan wakil PM ini bukan sebuah klaim yang menyangkut hak cipta atau apa namun hanya sebagi upaya pelestarian dan promosi budaya karena bagaimanapun juga banyak sekali orang keturunan Indonesia yang juga tinggal di sana dan membawa serta budayanya," jelasnya.

Hal itu dicontohkan sendiri oleh PM Malaysia yang mengatakan dirinya adalah keturunan Bugis dan ibunya berasal dari Jawa yang sebenarnya sangat dekat dengan budaya Indonesia.

"Tentu saja mereka membawa kebiasaan dan budaya Indonesia dan akhirnya menjadi semacam warisan juga ke anak cucunya setelah menetap di sana ratusan tahun," ujarnya.

(tfq/rmd)


Berita Terkait