Penyelundupan 5 Kontainer Pasir Zircon Berhasil Digagalkan di Semarang

Penyelundupan 5 Kontainer Pasir Zircon Berhasil Digagalkan di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 03 Jul 2012 13:17 WIB
Semarang -

Upaya penyelundupan 5 kontainer barang tambang berupa Zircon Sand (pasir zircon) berhasil digagalkan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY. Tujuan ekspor barang tersebut adalah China dengan eksportir CV. CKI dan CV. KS. Pasir tersebut dikirim dari Kalimantan Tengah.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Agung Kuswandono mengatakan jenis barang yang diekspor diberitahukan sebagai Zinc Dust (serbuk seng), namun saat dilakukan pemeriksaan, terdapat pasir zircon. Dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral disebutkan, pasir zircon termasuk jenis barang yang diatur ekspornya dan dikenakan bea keluar sebesar 20 persen.

"Dengan pemberitahuan sebagai serbuk seng, maka ada indikasi upaya untuk pelarian bea keluar dan penghindaran tata niaga ekspor," katanya di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (3/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung juga menjelaskan, nilai 5 kontainer tersebut diketahui mencapai Rp 1.682.390.775. Sedangkan kerugian negara akibat usaha penyelundupan yang dilakukan oleh tersangka berinisial RS dan TM tersebut mencapai Rp 336.478.115.

"Kerugian negara mencapai Rp 336 juta," ungkap Agung.

Dua tersangka berinisial RS dan TM diancam hukuman atas pelanggaran di bidang kepabeanan yaitu pasal 102A huruf b jo pasal 103 huruf a dan c Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jateng dan DIY, Saipullah Nasution menjelaskan, untuk mempertanggungjawabkan kerugian dari penyelundupan tersebut, kedua eksportir akan diperiksa perizinannya. Salah satu perusahaan yakni CV. KS yang ternyata beralamat fiktif, sudah diblokir dan dicabut perijinannya secara total.

"Sedangkan untuk perusahaan eksportir, CV. CKI rencananya akan diperiksa hari ini (3/7)," jelas Saipullah.

Saipullah menambahkan, pasir zircon biasanya digunakan untuk permukaan keramik, spare part pesawat terbang, untuk bahan tambahan perhiasan dan kosmetik. "Biasanya di Cina untuk spare part pesawat, mur baut, daya tahannya tinggi dan anti karat," imbuhnya.

(alg/trw)


Berita Terkait