Ribuan petani tembakau yang menggelar demo di Kemenkes di Jl Rasuna Said meninggalkan Kuningan dan bergeser menuju Kemenko Kesra. Polisi pun mulai membuka ruas Jl Rasuna Said yang sebelumnya ditutup agar tidak semakin mampet.
Pantauan detikcom, Selasa (3/7/2012) pukul 11.45 WIB, para demostran mulai menaiki bus pariwisata ber-AC yang mereka tumpangi di depan Kementerian Hukum dan HAM, setelah sebelumnya menyasar Kemenkes, yang terletak di jalan yang sama.
Namun karena jumlah pendemo yang banyak, proses naik bus memakan waktu yang cukup lama. Sudah 30 menit, bus yang mengangkut demonstran itu belum bergerak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya para demonstran akan bergerak menuju Kemenko Kesra yang terletak di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 6 km dari Kuningan. Pergerakan demonstran ini diperkirakan akan membuat lalu lintas padat, mengingat jumlah bus pendemo diperkirakan 103 unit.
Saat ini ruas jalan yang ditutup oleh polisi telah dibuka kembali. Meski demikian, kendaraan tidak bisa bergerak leluasa karena masih banyak bus pendemo yang antre jalan.
Para petani rokok dari kota-kota di Jawa ini memprotes rencana pengesahan RPP Pengendalian Tembakau karena akan mempengaruhi pendapatan mereka.
Dalam RPP Pengendalian Tembakau ini akan memuat ketentuan untuk memperbanyak kawasan tanpa rokok, menaikkan cukai rokok dan membatasi iklan rokok. Namun yang paling penting adalah pencantuman gambar bahaya merokok sebanyak 40% pada kemasan depan dan belakang produk rokok. Juga ada larangan menjual rokok pada anak di bawah 18 tahun.
Kemenkes mengimbau petani tembakau tak perlu khawatir karena tidak ada larangan menanam tembakau, larangan memproduksi rokok atau berjualan rokok.
(nal/nrl)










































