"Yakin saya dia kooperatif. Semua sudah diarahkan Pak SBY. Kalau ada yang menyangkut korupsi, dia harus datang dan kooperatif," ujar Ruhut di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Sebelumnya Anas sudah diperiksa KPK pada Rabu (27/6). Dalam pemeriksaan selama 7 jam itu Anas mengaku mendapat banyak pertanyaan, dari soal struktur, keuangan partai hingga Hambalang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga ditanya bagaimana fraksi bekerja, mekanisme, serta tata laksana partai. Tugas ketum, sekjen, pengurus lain dan fungsi ketua fraksi pun turut dipertanyakan KPK.
"Ketiga, ditanyakan soal apa tugas saya dulu ketika memimpin fraksi, ketika menjadi anggota Komisi X DPR RI. Saya jelaskan manajemen partai secara keseluruhan juga pengelolaan keuangan partai. Bagaimana pengeluaran, bagaimana laporan pertangungjawaban, audit, kewajiban partai pada KPU dan seterusnya," papar pria berkacamata ini.
(rmd/nrl)











































