Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam pernyataan pers bersama PM Julia Gillard usai pertemuan konsultasi tahunan ke-dua mereka. Pertemuan berlangsung di Gedung Parlemen, Darwin, Australia, Selasa (3/7/2012).
"Saya menyambut baik kebijakan Australia membebaskan anak-anak di bawah umur yang mereka juga jadi korban kejahatan people smuggling," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tentu berharap pelaksanaan repatriasi anak-anak di bawah umur itu bisa dipercepat. Dari 215 sudah dibebaskan, ada 54 lagi yang saya harapkan bisa sekaligus dibebaskan," ujar SBY.
Presiden SBY juga menegaskan Indonesia juga menjadi korban kegiatan people smuggling dan human trafficking. Dia berharap kebijakan repatriasi ini dibarengi kerja sama timbal balik dan konkrit yang efektif buat cegah terjadinya kejahatan itu di negara masing-masing.
"Indonesia tidak memberi angin keterlibatan orang Indonesia oleh jaringan sindikat internasional yang tentu merugikan RI sekaligus Austalia," sambung SBY.
(lh/ega)
