5 Dari 16 Korban Insiden Kereta di RSCM Sudah Pulang
Senin, 23 Agu 2004 13:23 WIB
Jakarta -
Sebanyak 16 korban insiden kereta di Stasiun Senen dirawat di RSCM. Lima di antaranya sudah pulang. Selebihnya masih menjalani perawatan intensif.Demikian data yang diperoleh detikcom di RSCM jalan Salemba Raya Jakarta Pusat, Senin (23/8/2004).Insiden kereta terjadi pukul 08.10 WIB di Stasiun Senen. Pantograf kereta api listrik (KRL) jurusan stasiun Bekasi-Kota menyangkut di troli. Akibatnya, terjadi pergeseran yang menimbulkan percikan api. Penumpang yang berada di atap kereta menjatuhkan diri karena panik.Kelima korban yang sudah meninggalkan RSCM adalah Mohammad Maruf (19) warga Kampung Semang Jatiwaringin Pondok Gede Bekasi yang pulang pukul 10.00 WIB, Devin (19) warga Komplek BRI Kalimalang yang pulang pukul 11.15 WIB.Kemudian Slamet Riyadi (30) warga Kampung Lokomotif Bekasi Utara yang pulang pukul 12.00 WIB, Harjo Sumino (25) warga Bulak Jaya Jakarta Timur yang pulang pukul 11.45 WIB, dan Subandi (20) warga jalan Pandeglang Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Mandalawangi Pandeglang yang pulang pukul 09.30 WIB.Kelima korban mengalami luka ringan di bagian kepala karena terjatuh dari kereta. Kepada detikcom, Slamet menuturkan dirinya mengalami luka di belakang kepala akibat jatuh dan terkena batu."Saya naik dari Bekasi Utara menuju Kampung Bandan sebelum Stasiun Kota. Ketika kereta masuk Stasiun Senen, pantograf kereta patah, penumpang panik, terutama yang berada di atas kereta. Mereka semua loncat dan jatuh. Penumpang di dalam dorong-dorongan keluar karena panik. Kebanyakan korban berasal dari atap kereta," papar Slamet.Menurut dia, biaya perawatan medis para korban ditanggung PJKA dengan membawa kwitansi ke kantor pusat PJKA jalan Bukit Duri Utara nomor 1 Jakarta.Sedangkan 11 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif dari petugas medis RSCM. Mereka mengalami luka cukup berat di bagian kepala.Mereka adalah Hari kurniawan (25) warga Kampung Cerewet Bekasi, Andi (16) warga Karangcongok Kecamatan Tambun Bekasi, Aseh Susanto (17) warga Kampung Pasir Pete Desa Gunung Sari Mandala Wangi Pandeglang, Novi Ariyanto (21) warga Bintara 8 Cakung Kampung Bintara Jakarta Timur.Kemudian Buyung (20) warga Kranji Bekasi, Kadori (34) warga Bekasi, Maraden (27) warga jalan Kayuringin Komplek Poncol Bekasi Utara, Trisno Pribadi (30) warga Rawa Kalong Tambun Bekasi, Lamone atau Ane Rumah Sorang (20) warga Komplek SBS Blok C Harapan Jaya Bekasi, Mamad (25) warga Ancol Selatan Tanjung Priok, dan Abdurahman (25) warga jalan Sunter Agung.
(sss/)










































