Â
"Apa yang dilakukan sekelompok orang dengan merusak fasilitas pemerintahan sudah termasuk perusuh dan perbuatan kriminal murni. Polisi jangan ragu untuk menangkap pelaku," ujar Bupati Rycko Menoza, ketika dihubungi detikcom, Senin (2/7/2012).
Â
Menurutnya, permasalahan antara dirinya dengan para tokoh adat sudah selesai dalam pertemuan yang digelar di Lapangan Raden Intan. Dia sudah menyampaikan permintaan maaf jika ada ucapannya yang salah. Dia pun sudah mengudang tokoh adat ke kantor bupati untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.
"Masalahnya sudah selesai, tapi kok masih ada yang rusuh," tandas bupati.
Â
Ratusan orang merusak dan membakar beberapa kantor pemerintahan di kompleks gedung Pemkab Lampung Selatan, Senin (2/7/2012). Beberapa kantor yang rusak antara lain, kantor badan perizinan, kantor penanaman modal, kantor badan ketahanan pangan, dan mess Dharma Wanita.
Â
Rycko menilai, kerusuhan kali ini memiliki modus yang sama dengan kerusuhan yang terjadi ketika aksi perobohan patung April lalu. Kali ini pun masa sengaja merusak fasilitas publik, seperti menebang pohon supaya mengganggu jalan. Bahkan sampai memblokade jalan lintas Sumatera.
"Ini (massa) mencari perhatian," tukasnya.
Â
Bupati mendesak aparat kepolisian menegakkan hukum supaya kondisi keamanan di Lampung Selatan kembali kondusif. Polisi harus tegas menindak pelaku yang sudah membuat kerusuhan dan kerusakan. "Masyarakat juga berharap ada kepastian hukum yang ditegakkan kepolisian agar keamanan tetap terkendali," kata dia.
(trw/trw)











































