Dalam aksinya pada Senin (2/7/2012), ratusan massa sempat mengadakan pertemuan dengan Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza, di Lapang Raden Intan. Usai pertemuan, masa justru membuat keonaran karena tidak puas dengan sikap bupati yang diangap telah melecehkan beberapa tokoh adat.
Kabag Humas Pemkab Lampung Selatan Edi Finandi mengatakan massa bergerak dari lapangan menuju kantor Pemda. Massa menghancurkan beberapa gedung pemda, seperti Mes Dharma Wanita, Kantor Wilayah Departemen Agama, Kantor Badan Penanaman Modal, dan Kantor Badan Ketahanan Pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Badan Perizinan sedikit terpisah dari Kantor Pemkab. Api yang membakar Badan Perizinan cepat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. "'Kantor Perizinan yang dahulu dihancurkan pada aksi pembongkaran patung, Mei lalu, kini malah dibakar," sambung Edi.
Edi mengungkapkan Bupati sudah memiliki keinginan baik untuk hadir dalam acara istighozah yang dilangsungkan LMND, Forum Warga Lampung Selatan, dan beberapa kelompok adat. "Meskipun bupati sudah datang, tapi massa tetap belum puas dengan permohonan maaf bupati," kata dia.
Dia menambahkan, petugas masih mendata kerusakan dan kerugian yang dididerita Pemkab akibat aksi perusakan tersebut.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih, mengatakan massa mendemo kantor Pemda Lampung Selatan karena tidak berkenan dengan ucapan petinggi daerah. "Tadi Pak Bupati sudah minta maaf, moga-moga warga di sana bisa menerima permohonan maaf Pak Bupati. Manusia kan bisa khilaf. Semoga warga yang kecewa tak lagi kecewa," tutur Sulistyaningsih.
Untuk menjaga keamanan, 1.500 aparat keamanan pun disiagakan.
(ega/ega)











































